Halo Sahabat Sehat! Apakah kamu tau zat gizi yang bernama kolin? Zat gizi tersebut merupakan salah satu zat gizi esensial yang penting untuk tubuh yang berperan dalam metabolisme dan penting untuk ibu hamil.
Peran zat gizi kolin untuk tubuh
Kolin ini diperlukan untuk membuat lemak yang mendukung integritas struktural membran sel. Kolin terlibat dalam produksi senyawa yang bertindak sebagai pembawa pesan antar sel. Pengangkutan dan metabolisme lemak juga memerlukan kolin untuk membuat suatu zat yang dapat mengurangi kadar kolesterol dalam hati.

Kolin dan vitamin lain, seperti folat dan B12 dapat membantu proses penting untuk sistesis DNA. Selain itu, juga diperlukan dalam pembentukan asetilkolin, neurotramitter penting yang terlibat dalam gerakan otot, mengatur detak jantung, memori dan fungsi dasar lain. Kolin juga berperan dalam perkembangan janin dan pada bayi, kolin berfungsi untuk perkembangan otak.
Jumlah kebutuhan kolin per hari
Berdasarakan Angka Kecukupan Gizi yang dimuat dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI NO 29 Tahun 2019, kebutuhan kolin per hari untuk bayi 0-5 bulan memerlukan 125 mg. Bayi 6-11 bulan memerlukan 150 mg. Anak usia 1-3 tahun memerlukan 200 mg. Anak usia 4-6 tahun memerlukan 250 mg. Anak usia 7-12 tahun memerlukan 375 mg. Anak perempuan usia 13-15 tahun memerlukan 400 mg. Laki-laki usia lebih dari 13 tahun memerlukan 550 mg. Perempuan dengan usia lebih dari 16 tahun memerlukan 425 mg. Ibu hamil memerlukan 450 mg dan ibu menyusui memerlukan 550 mg.
Dampak kekurangan asupan kolin
Orang dewasa yang telah melewati masa menopause berisiko mengalami kerusakan hati dan atau otot karena mengkonsumsi makanan yang kekurangan kolin. Gejala tersebut akan hilang bila konsumsi kolin terpenuhi. Kolin juga sangat penting selama kehamilan, karena asupan yang rendah dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf pada bayi yang belum lahir. Selain itu, asupan kolin yang rendah dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti termasuk preeklampsia, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

Makanan yang mengandung kolin
Sumber makanan yang termasuk cukup tinggi mengandung kolin, yaitu hati sapi (68 gram mengandung 290 mg kolin), hati ayam (68 gram mengandung 222 mg kolin), telur (1 butir telur rebus mengandung 113 mg kolin), ikan cod segar (85 gram mengandung 248 mg kolin), salmon (110 gram mengandung 62,7 mg kolin), kembang kol (118 gram mengandung 24,2 mg kolin), minyak kedelai (1 sendok makan mengandung 47,3 mg kolin) dan mengkonsumsi satu butir telur dapat memenuhi 20-25% dari kebutuhan kolin harian. Dan kolin juga terkandung dalam ASI.
Tetap perhatikan jumlah asupan kolin ya, Sahabat Sehat. Penuhilah kebutuhannya, namun jangan berlebihan, karena terlalu bnayak mengonsumsi kolin dapat menyebabkan hipotensi, berkeringat, muntah, air liur yang berlebihan, toksisitas hati dan bau badan tidak sedap seperti bau amis.
