Perlukah Pemberian Suplemen Zat Besi bagi Si Kecil?

Teman Sehat, tahukah kamu? Hingga saat ini, kekurangan zat besi masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Biasanya kekurangan ini banyak terjadi pada remaja perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui. Nah, karena itulah kelompok ini memiliki kebutuhan zat gizi ini yang lebih banyak. Selain kelompok ini, ternyata balita juga berisiko mengalaminya, loh! Mau tahu apa saja penyebabnya? Yuk, simak!

Si kecil memiliki risikonya, loh!

Risiko ini bisa terjadi ketika ibu hamil dan menyusui ngga melengkapi kebutuhan asupan zat besi hariannya. Jika asupan zat gizinya ngga terlengkapi dari asupan bahan pangan, maka ibu hamil dan mnyusui di anjurkan untuk mengonsumsi tablet zat besi setiap hari.

Hal ini penting bagi ibu hamil, karena jika asupan zat gizi ini ngga tercukupi, maka anak yang dilahirakan juga berisiko mengalami kekurangan zat gizi ini. Selain itu kandungan zat gizinya di dalam ASI juga sedikit, sehingga ngga bisa mencukupi kebutuhan si kecil.

Risiko pada bayi prematur

Biasanya, bayi yang lahir dengan berat badan normal, akan tercukupi asupan zat besinya dari ASI hingga usia 6 bulan. Selanjutnya, asupan zat gizi ini bisa didapatkan  dengan mengonsumsi MP-ASI dari bayam, hati, daging merah maupun makanan yang difortifikasi zat besi seperti susu formula. Tapi, berbeda bagi bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Studi yang dipublikasikan di Science Daily, menyatakan bahwa bayi dengan BBLR, memiliki risiko kekurangan zat besi lebih tinggi. Hal ini dikarenakan kurangnya asupan zat besi pada ibu dan beberapa faktor lain yang memengaruhinya, seperti stres, merokok, dan diabetes.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Rinat Armony-Sivan, Phd menyatakan bahwa, ibu  yang menjalani kehamilan dengan stres, akan melahirkkan anak yang kadar zat besinya (feritin) lebih rendah dari pada yang ngga terpapar stres. Nah, karena itulah ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari stres selama kehamilan.

Pemberian suplemen untuk si kecil

Perlu diperhatikan bagi bayi yang prematur/BBLR memeriksakan kadar zat besinya sebelum diputuskan untuk diberikan suplemen untuknya. Pemberian suplemen zat besi tambahan, bisa dilakukan saat usia si kecil 1-12 bulan dengan dosis 2 mg/kgBB/hari.

Pemberian suplemen bisa dihentikan, jika si kecil sudah diberikan susu formula dengan  penambahan zat besi atau makanan kaya zat besi lainnya. Tapi, ingat ya, sebaiknya jangan berikan makanan tambahan selain ASI atau susu formula terlebih dahulu sebelum usia bayi mencapai 6 bulan.

Pentingnya asupan zat ini

Zat besi diketahui sangat penting untuk fungsi otak dan perkembangan si kecil, saat masih di dalam perut hingga setelah lahir. Si kecil yang asupan zat besinya cukup, perkembangan kecerdasan, motorik, dan fisiknya cenderung lebih baik. Bayi yang mengalami kekurangan zat gizi ini, cenderung mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.

Nah, bagaimana teman Sehat? Menurut kamu, apakah penting si kecil mendapatkan tambahan asupan zat besi? Sebaiknya, mencegah lebih baik daripada mengobati, ya! Sebelum hal ini terjadi, perbaikilah gaya hidupmu untuk membentuk generasi penerus yang semakin berkualitas!

Editor & Proofreder: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *