4 Fase pada Diet Atkins

Teman Sehat, pernahkah kamu mendengar Diet Atkins? Yap, diet ini merupakan salah satu metode diet populer yang dikembangkan oleh dokter ahli jantung Robert C. Atkins pada tahun 1960. Diet ini memiliki beberapa fase untuk penurunan dan pemeliharaan berat badan (BB). Makanan yang dikonsumsi juga perlu sesuaikan dengan perkembangan fasenya. Penasaran, apa saja fase diet ini? Yuk, simak penjelasan di sini!

Apa itu Diet Atkins?

Diet Atkins merupakan diet rendah karbohidrat yang biasanya direkomendasikan untuk menurunkan BB. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, terutama gula, tepung, dan olahan lainnya bisa menyebabkan ketidakseimbangan.

Ketidakseimbangan gula darah, kenaikan BB, dan masalah gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Perlu kamu tahu, prinsip diet ini adalah membatasi konsumsi karbohidrat serta merekomendasikan konsumsi lebih banyak protein dan lemak.

4 Fasenya

4 fase pada diet ini, tergantung pada tujuan penurunan BB. Selain itu, kamu bisa memulainya secara acak dari tiga fase awal. Berikut penjelasannya:

  • Fase pengenalan

Fase ini, merupakan fase paling sulit karena kemungkinan banyak makanan favorit kamu yang akan menjadi pantangan. Pembatasan asupan karbohidrat dimulai dengan konsumsi per harinya, ngga boleh melebihi 20 g/hari selama 2 minggu.

Sumber karbohidrat bisa berasal dari salad dan sayuran yang rendah pati, seperti sayuran berdaun hijau. Beberapa bahan pangan seperti wortel, apel, dan kacang-kacangan ngga termasuk di dalamnya.

  • Fase menyeimbangkan

Pada fase ini, kamu boleh meningkatkan asupan karbohidrat sebanyak 5 g/hari/minggu. Jika awal asupanmu adalah 20 g, maka tingkatkanlah menjadi 20-25 g pada minggu pertama, 30 g karbohidrat selama minggu kedua dan pertahankan hingga penurunan BB melambat menjadi 1-2 kg per minggu.

Hal ini dilakukan agar kamu mengetahui berapa banyak asupan karbohidrat yang bisa dikonsumsi sambil menurunkan BB. Mulailah konsumsi makanan padat gizi dan kaya serat, termasuk kacang-kacangan serta hindari makanan dengan tambahan gula.

  • Fase pra-pemeliharaan

Pada fase ini dilakukan peningkatan asupan karbohidrat sebesar 10 g setiap minggunya, tapi perlu dilakukan pengurangan jika BB ngga mengalami penurunan. Konsumsi berbagai makanan ditingkatkan secara bertahap, termasuk buah-buahan dan biji-bijian. Kamu bisa melanjutkan fase ini hingga mencapai target berat badan dan mempertahankannya selama sebulan.

  • Fase pemeliharaan seumur hidup

Mulai menambahkan sumber karbohidrat secara luas sambil memonitor BB dengan hati-hati untuk memastikan ngga adanya penambahan. Biasanya asupan karbohidrat akan bervariasi pada setiap orang, biasanya berikisar 40-120 g sehari.

Apakah diet ini bekerja?

Diet rmungkin ngga cocok untuk semua orang, terutama kamu yang punya riwayat penyakit ginjal, karena akan meningkatkan risikonya. Diet ini juga bisa membantu kamu menurunkan berat badan selama 12 bulan secara efektif, loh!

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Annals of Saudi Medicine, efek samping dari diet ini pada tahap awal, yaitu sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, dan sembelit. Hal ini dikarenakan adanya produksi keton yang menumpuk sebelum tubuh menggunakannya sebagai bahan bakar.

Nah, berdasarkan informasi di atas tentunya kamu sudah paham, kan mengenai Diet Atkins. Perlu diingat, diet ini belum tentu cocok untuk semua orang. Jangan lupa sebelum memulainya dianjuran untuk berkonsultasi dengan dokter, ya! Selamat mencoba!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *