Sindrom Asperger : Anak Unik yang Kesulitan Interaksi Sosial

Foto: Pixabay.com

Teman sehat, pernahkah kamu mendengar tentang Sindrom Asperger? Sindrom ini diceritakan salah satunya melalui drama Korea Move to Heaven yang  saat ini sedang booming. Drama ini menceritakan kisah anak tokoh utama yang mengalami sindrom asperger yang memiliki kemampuan untuk menghafal sesuatu dengan cepat, tapi mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain. Nah, yuk cari tau lebih dalam tentang Sindrom Asperger!

Sindrom Asperger

Sindrom Asperger atau biasa dikenal dengan sindrom professor kecil merupakan suatu sindrom yang dialami oleh seorang anak yang sering menunjukkan keunikan cara bertindak, berfikir dan cara berkomunikasi dengan lingkungannya. Sindrom ini baru bisa dideteksi saat anak berusia 5-11 tahun.

Sindrom ini ditemukan oleh Dr Hans Asperger yang merupakan dokter anak asal Austria pada tahun 1944. Sindrom ini tentang perilaku anak yang memiliki kemampuan tingkat kecerdasan rata-rata dan bahasanya normal, tapi memiliki hambatan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain.

Penyebab Sindrom Asperger

Penyebab sindrom ini diantaranya adalah faktor gen. Ini berhubungan dengan pengaruh gen yang mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak. Selain itu, ibu yang mempunyai kecanduan terhadap alkohol, narkoba dan rokok memiliki kecendrungan kuat untuk melahirkan anak yang mengalami sindrom asperger.

Ciri-cirinya

Foto: Pixabay.com

Ciri-ciri yang dimiliki oleh anak sindrom Asperger antara lain :

  1. Sisi Kognitif. Anak yang dengan sindrom ini memiliki kemampuan inteligensi yang umumnya rata-rata bahkan lebih, terutama di bidang sains, musik, dan bidang-bidang tanpa interaksi sosial serta memiliki ketertarikan yang besar pada benda tertentu seperti mobil, pesawat atau hal ilmiah yang lain. Mereka bisa menyerap pengetahuan, dan memiliki daya ingat yang baik terutama dengan topik yang sangat disukai, serta cenderung sulit dialihkan saat membicarakan topik yang sangat disukainya.
  2. Segi Bahasa. Hingga usia 5 tahun belum terlihat masalah dari segi bahasa. Setelah itu, baru bisa dilihat cara berkomunikasinya dengan intonasi terbatas seperti terlalu cepat, datar atau volume suara pelan dan ekspresi emosi yang ngga sesuai. Biasanya juga saat berbicara sering bertele-tele, susah dialihkan dan ngga memedulikan reaksi dari pendengarnya. Mereka juga cenderung menafsirkan perkataan orang lain apa adanya dan kurang paham dengan makna implisit perkataan orang lain.
  3. Tindakan atau aksi dan pikiran yang berulang. Tindakan anak sindrom asperger sering melakukan perbuatan yang berulang. Seperti melakukan ritual yang berhubungan dengan hobi atau minatnya dan ngga mudah untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru.
  4. Segi sosial. Seseorang yang mengalami sindrom ini kesulitan berinteraksi dengan orang lain serta, sering merasa cemas, kurang sabaran, kurang peka dan mengalami gangguan empati terhadap sesuatu. Pola pikir mereka cenderung kaku sehingga kesulitan untuk menerima kritik dan pemikiran orang lain.
  5. Segi Motorik. Mereka mengalami kesulitan dalam perkembangan motorik seperti menangkap bola, mengikat sepatu dan mengayuh sepeda.

Teman Sehat, anak yang memiliki sindrom Asperger memiliki pengetahuan yang baik dan memiliki kebutuhan yang harus diperhatikan dengan khusus. Kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Desmaniar dan Johannes. 2016. Pusat Terapi Anak Autis Sindrom Asperger di Surabaya. JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2.
https://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni/article/view/19572

Dito dan Taruna. 2015. Sindrom Asperger. Jurnal CK : Vol 42 No 2 
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/article/view/1039

Nurhuda dan Kurniawan. 2014. Pengaruh Metode Loovas terhadap Perkembangan Emosi pada Anak Penyandang Sindrom Asperger Di Sma Negeri 1 Jember. JURNAL ORTOPEDAGOGIA, VOL 1, NO 3.
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjNv7r4joLxAhWDj-YKHfT_BOgQFjADegQIChAD&url=http%3A%2F%2Fjournal2.um.ac.id%2Findex.php%2Fjo%2Farticle%2Fdownload%2F4620%2F2538&usg=AOvVaw0WtHRarNKnZeiGehiED0W_

Rini Sugiarti. Mengenal Anak Asperger.
https://docplayer.info/35594706-Mengenal-anak-asperger-oleh-l-rini-sugiarti-m-si-psikolog.html

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.