Halo Teman Sehat! Pernahkah kamu melihat anak yang sedang meluapkan amarahnya dan bingung untuk menenangkannya? Yap, penyebab anak meluapkan emosinya atau tantrum bisa bermacam-macam dan ngga heran sering membuat orang tua kebingungan. Namun demikian, hal pertama yang harus dilakukan untuk mengelola amarah anak adalah dengan memastikan anak tidak dalam bahaya atau menyakiti orang lain. Nah, selanjutnya harus bagaimana? Yuk simak penjelasan berikut!

Sumber: google.com
1. Membantu anak mengenali tanda-tanda kemarahan
Mampu mengenali tanda-tanda kemarahan sejak dini bisa membantu anak membuat keputusan yang lebih positif mengenai cara menanganinya, misalnya saat anak marah mungkin jantungnya berdetak lebih kencang, mengepalkan tangan, dan lainnya. Nah, sebagai orang tua atau sahabat si anak Teman Sehat bisa lebih proaktif membantu anak mengenali tanda-tanda tersebut.
2. Melakukan penanganan segera
Berbicara dengan anak tentang strategi yang berguna untuk mengelola amarah, seperti:
- Menarik napas dalam-dalam agar anak bisa menenangkan pikiran saat kesal. Selain itu, bisa dengan menghitung sampai angka 10 atau mengulangi sebuah kalimat.
- Memindahkan anak ke tempat yang lebih aman untuk meluapkan amarahnya, seperti kamar tidur jika di rumah, atau tempat yang tenang jauh dari lalu lintas pejalan kaki jika sedang berada di luar rumah.
3. Melakukan permainan dan olahraga aktif secara teratur
Mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik, seperti karate, lari, bersepeda dan lainnya dapat membantu anak-anak untuk mengurangi atau menghentikan perasaan marah. Selain itu, hidup aktif juga bisa berpengaruh positif terhadap suasana hati yang lebih baik.
4. Berinteraksi dengan anak

Sumber: google.com
- Bicara pada anak dengan suara yang pelan dan tenang sambil melakukan kontak mata, jangan dengan amarah, menyalahkan, kritik kasar serta ancaman.
- Berinteraksi dengan anak untuk memvalidasi emosi dan membantu anak mengekspresikan perasaannya. Biarkan anak tahu bahwa sebagai orang tua, Teman Sehat sepenuhnya memahami anak saat ia sedang kesal atau frustasi.
- Memperkenalkan humor, seperti membuat wajah atau suara konyol dan hal lain yang disukai anak.
5. Menghindari sifat mengalah pada anak
Nah, poin ini penting banget saat si kecil sedang tantrum. Sebagai orang tua Teman Sehat sebaiknya menghindari sifat mengalah saat anak tantrum, karena terkadang anak-anak menganggap saat meluapkan amarahnya merupakan cara yang efektif untuk memenuhi keinginannya, seperti ingin diberi mainan agar anak diam.
6. Melakukan tindak lanjut dengan konsekuensi

Sumber: google.com
Disiplin yang konsisten bisa membantu anak untuk belajar bahwa perilaku amarah yang kurang sopan tetap tidak bisa diterima dan setiap melakukan pelanggaran, maka perlu diberi konsekuensi.
Nah, berdasarkan informasi di atas, semoga Teman Sehat bisa lebih memahami tentang cara-cara mengelola amarah pada anak. Sebagai orang tua kita juga perlu memberikan anak-anak tanggung jawab untuk mengendalikan dirinya dan selalu mendampingi untuk mengingatkan bagaimana cara melakukannya. Semoga bermanfaat!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

