Telemedicine, Terobosan Teknologi Era Pandemi

Halo Sahabat Sehat! Kondisi pandemi hingga saat ini tentunya memberikan dampak bagi pelayanan fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit. Keterbatasan dalam melayani masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis secara langsung atau tatap muka, menjadi masalah yang kerap terjadi. Namun, tak perlu khawatir, saat ini sudah terdapat telemedicine yang merupakan terobosan transformasi digital yang mendukung keberlangsungan layanan kesehatan.

Telemedicine, Terobosan Teknologi Era Pandemi
Foto: Freepik.com

Apa itu telemedicine?

Telemedicine dapat diartikan sebagai pemanfaatan teknologi di bidang telekomunikasi untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan perawatan kesehatan yang sesuai tanpa terbatas jarak dan waktu. Sahabat Sehat bisa menggunakan teknologi ini melalui gawai, komputer, atau laptop dengan bantuan koneksi internet. Nah, berkomunikasi secara daring dengan tenaga medis pun jadi mudah diaplikasikan.

Teknologi telemedicine memberikan manfaat positif dalam masa pandemi seperti ini, yaitu meminimalisir kontak dengan banyak orang sehingga menurunkan risiko terpapar virus COVID-19. Jika, kamu mengalami gejala atau tanda yang menunjukkan badan kurang sehat, maka teknologi ini tentunya akan membantu proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudahan akses yang diklaim oleh teknologi ini akan membuat setiap orang sakit ngga perlu mengunjungi rumah sakit untuk berobat. Penggunaannya pun bisa diakses di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa pun. Bagi orang yang sedang menjalani isolasi mandiri juga bisa memakai layanan telemedicine.

Kelebihan dan kekurangan telemedicine

Keuntungan yang ditawarkan oleh penggunaan telemedicine saat ini, antara lain mendapatkan kenyamanan dan akses yang lebih mudah dalam menjangkau fasilitas kesehatan, hemat dalam pengeluaran biaya pemeriksaan dan perawatan kesehatan, menurunkan risiko penularan berbagai penyakit, memudahkan tenaga medis dalam menilai kondisi kesehatan melalui lingkungan sekitar, dan hemat waktu khususnya dalam pengelolaan penyakit kronis.

telemedicine dan keuntungannya
Foto: Freepik.com

Namun, teknologi ini juga memiliki kekurangan dalam pengaplikasiannya, seperti sulitnya mengakses telemedicine dalam keadaan tertentu, belum terbangunnya komunikasi atau ikatan dengan dokter, dan ngga semua penyakit bisa diperiksa melalui virtual.

Sebelum melakukan konsultasi secara online, sebaiknya kamu perlu melakukan beberapa persiapan supaya konsultasi berjalan lebih efektif. Misalnya mencatat gejala dan riwayat penyakit, serta penggunaan obat atau vitamin sebelumnya. Kamu juga bisa membuat daftar pertanyaan terkait kondisi kesehatan sebelum memulai konsultasi. Jangan lupa untuk mencatat hasil pemeriksaan klinis seperti tekanan darah atau suhu tubuh, dan ringkasan di akhir sesi konsultasi.

Telemedicine menjadi salah satu upaya alternatif dalam bidang kesehatan di era pandemi. Perlunya dukungan kebijakan dan regulasi yang kuat tentang batasan yang diperbolehkan masih terus dikembangkan. Stay safe and healthy, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

UNPAD. 2021. Telemedicine, Peluang atau Tantangan?. https://www.unpad.ac.id/2021/06/telemedicine-peluang-atau-tantangan/. Diakses 9 Februari 2022

AAFP. What’s the difference between telemedicine and telehealth?. https://www.aafp.org/news/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth.html#:~:text=What%20is%20telemedicine%3F,patient%20at%20a%20distant%20site.. Diakses 9 Februari 2022

NCBI. Telemedicine: a guide to assessing telecommunications in health care. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK45440/. Diakses 9 Februari 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.