
Sahabat Sehat, apakah kamu sering merasa jet lag saat melakukan perjalanan? Jika iya, tentunya hal ini sangat menganggu. Rencana yang telah kamu susun dengan baik untuk dilakukan saat tiba di tempat tujuan bisa saja berantakan. Tapi ngga perlu khawatir, berikut ini tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi jet lag selama berpergian!
Jet lag
Jet lag merupakan kondisi ketika terjadi ketidakhormonisan antara ritme sirkadian atau jam biologis dengan kondisi waktu di tempat yang baru didatangi. Nah, biasanya jika semakin banyak perbedaan atau lama zona waktu yang kamu lalui, semakin besar pula kemungkinan kamu mengalami jet lag. Jadi, bagi kamu yang menjalani perjalanan yang cukup lama perlu mempersiapkan diri dengan baik supaya tubuh mudah beradaptasi dengan daerah baru yang didatangi.
Gejala Jet Lag
Gejala yang biasa dialami ketika seseorang mengalami jet lag, antara lain mengalami kelelahan, terganggunya jam tidur, mengalami insomnia, kurangnya kewaspadaan, merasa pusing, mood terganggu, hipersomnia atau rasa kantuk berlebih, nafsu makan terganggu, berkurangnya motivasi, daya ingat menurun dan terganggunya sistem percernaan. Hal ini tentunya sangat menganggu jika terjadi, terutama bagi atlet-atlet yang sering melakukan kompetisi ke luar kota maupun luar negeri karena akan mempengaruhi pada performanya saat bertanding.

Tips Atasi Jet lag
Nah Sahabat Sehat, berikut ini tips buat kamu atasi jet lag selama perjalanan.
Adaptasi Lingkungan dengan baik. Hal ini tentunya sangat penting untuk dilakukan. Jika tubuhmu bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru tentunya jet lag ngga akan menganggu rencana perjalanan yang kamu buat.
Mengonsumsi kafein. Kafein sudah lama dikenal sebagai salah satu zat yang dapat membantu meringankan efek jet lag. Diketahui bahwa mengonsumsi 200 mg kafein 3 jam sebelum tidur telah terbukti menunda ritme melatonin selama 40 menit. Tapi perlu diingat, sebaiknya hindari mengonsumsi kafein berlebihan pada sore atau malam hari.
Mengonsumsi suplemen melatonin. Melatonin (N-acetyl-5-methyoxytriptamine) merupakan sistesis dari serotonin di kelenjar pineal. Berbagai penelitian menemukan bahwa menerima dosis 2-8 mg suplemen melatonin bisa memberikan perbaikan pola tidur dan mengurangi dampak jet lag. Namun, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu pemberian suplemen ini sebelum perjalanan karena dikhawatirkan bisa memberikan efek samping bagi sebagian orang.
Mengonsumsi camilan. Ternyata mengonsumsi makanan ringan sebelum perjalanan terbilang cukup ampuh loh untuk meningkatkan toleransi lambung di perjalanan.
Membawa air sendiri. Selama perjalanan udara tubuh rentan mengalami dehidrasi karena akibat tekanan udara dan kelembapan yang rendah di dalam kabin pesawat. Disarankan asupan cairan sebanyak 15-20 ml setiap jam selama penerbangan. Tapi perlu diingat, terlalu banyak minum bisa membuat kamu bolak-balik ke toilet selama penerbangan.
Sahabat Sehat, kemampuan seseorang yang berbeda-beda untuk beradaptasi juga sangat berpengaruh dalam mengatasi jet lag. Selain itu, pengaturan makanan selama perjalanan juga memiliki efek terhadap jet lag yang terjadi pada seseorang. Nah, kamu bisa mempraktekkan tips diatas supaya ngga mudah mengalami jet lag selama perjalanan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
