Tips Berpuasa bagi Ibu Menyusui

Teman Sehat, di bulan Ramadan ini, apakah kamu termasuk ibu menyusui yang ngga berpuasa? Atau kamu termasuk tim yang tetap berpuasa? Bagi seseorang yang ngga memungkinkan untuk berpuasa seperti ibu menyusui, terdapat keringanan yang diperbolehkan. Tapi, untuk kamu yang sudah rindu berpuasa dan agak khawatir dengan produksi ASI, yuk simak penjelasannya di sini!

Pengaruh pada ASI

Selama berpuasa tentunya akan terjadi penurunan asupan zat gizi pada ibu menyusui. Kamu ngga perlu khawatir, jumlah ASI yang ada ngga akan berpengaruh secara signifikan. Tapi untuk kualitasnya, kamu perlu menyiasati asupan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Rokiciouglu, puasa pada bulan Ramadan ngga berdampak signifikan terhadap penurunan zat gizi makro pada ASI. Tapi, terjadi pengaruh yang signifikan terhadap kandungan zat gizi mikro, seperti magnesium, kalium, dan zink dalam ASI.

Tips bagi ibu menyusui saat berpuasa

1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Cairan tubuh saat menjalankan ibadah puasa tentunya akan menurun, terutama ketika dalam masa menyususi. Pencegahan agar tubuh nga mengalami dehidrasi sangat penting, karena berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu. Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Australian Breastfeeding Asociation, dehidrasi pada ibu akan menurunkan jumlah ASI-nya.

Selain itu, terdapat studi lain yang merekomendasikan ibu menyusui untuk meningkatkan asupan cairan bagi tubuh selama 2 hari sebelum melakukan puasa. Sehingga saat memulai puasa, ibu akan terhidrasi dengan baik. Dalam laman website Kementerian Kesehatan, konsumsi air putih setidaknya seebanyak 8 gelas per hari saat puasa.

Pengaturannya dengan mengonsumsi 1 gelas air saat bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, selepas shalat maghrib, setelah waktu makan malam, selepas shalat isya, selepas shalat tarawih, dan sebelum tidur. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi minuman yang mengandung zat elektrolit seperti susu maupun air kelapa untuk mencegah dehidrasi.

2. Perhatikan asupan makanannya

Penuhi asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam tubuhmu saat sahur dan berbuka puasa. Selain itu, konsumsilah sayur dan buah mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang sangat penting bagi tubuh. Mengingat pada studi yang lalu, beberapa mineral dalam ASI cenderung akan menurun selama berpuasa.

Selain itu, kamu juga perlu mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asin maupun manis. Menurut Kementerian Kesehatan dalam lamannya, garam dan gula memiliki kencenderungan untuk menarik cairan di dalam tubuh, sehingga kekurangan cairan dalam tubuh akan lebih cepat terjadi.

3. Kurangi aktivitas

Susunlah kembali aktivitasmu selama berpuasa dan menyusui. Segeralah beristirahat dan merilekskan tubuh ketika mulai lelah. Jika memungkinkan kamu bisa meminta bantuan saat menyelesaikan tugas rumah. Dilansir dari Australian Breastfeeding Asociation, ibu menyusui yang melakukan puasa, dianjurkan untuk mengurangi aktivitas dan mengurangi paparan panas.

4. Persiapkanlah ASI

Setelah berbuka puasa, biasanya produksi ASI akan meningkat. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkannya untuk menyususi si kecil. Selain itu, kamu juga bisa memompa ASI saat malam hari, untuk stok kebutuhan keesokan harinya. Jangan lupa, produksi ASI juga dipengaruhi oleh frekuensi pemberiannya. Oleh karena itulah, usahakan untuk tetap memberi ASI pada waktu yang sudah ditentukan seperti biasanya.

So, untuk kamu, ibu menyusui yang ingin berpuasa, perlu dipertimbangkan dengan matang, ya! Konsultasikanlah hal ini ke dokter sebelum mengambil keputusan untuk berpuasa. Semangat terus dan selamat berpuasa, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *