Halo Teman Sehat, hari kasih sayang (Valentine) yang diperingati setiap tanggal 14 Februari sangat identik dengan pemberian coklat. Tapi pernahkah kamu memperhatikan, ternyata ada jenis cokelat yang keras dan lembek. Kenapa bisa begitu, ya? Bagaimana caranya memilih coklat yang baik untuk diberikan ke orang terkasih? Yuk, simak informasinya!
Jenis cokelat

Produk cokelat pada umumnya terdiri dari tiga jenis, yaitu cokelat pekat (dark chocolate), cokelat susu (milk chocolate) dan cokelat putih (white chocolate). Ketiga jenis produk ini dibedakan berdasarkan komposisinya, yaitu dari kandungan kakao, gula, serta bahan tambahan lain. Cokelat berasal dari tanaman kakao yang merupakan cokelat alami yang belum diolah (mentah) dan memiliki cita rasa yang khas.
Cokelat memiliki kandungan lemak sekitar 30%, karbohidrat sekitar 60%, protein, mineral seperti magnesium, kalium, natrium, kalsium, besi, tembaga, dan fosfor, aerta berbagai jenis flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan.
Cokelat susu mengandung cokelat padat (lemak kakao), gula, susu, lemak nabati dan lesitin dalam jumlah sedikit. Cokelat putih juga ditambahkan susu, lesitin, vanili dan gula dan menggunakan minyak cokelat (cocoa butter). Cokelat putih sebenarnya ngga termasuk ke dalam kategori cokelat, karena ngga mengandung kakao asli ataupun cokelat padat.
Cara memilih cokelat kualitas premium

Cokelat mudah meleleh karena kandungan cocoa butter yang tinggi
Cokelat merupakan produk pangan olahan yang terdiri dari campuran kombinasi pasta cokelat, gula, lemak cokelat dan beberapa jenis bahan tambahan cita rasa. Cocoa butter atau dikenal lemak kakao merupakan lemak nabati alami yang dikeluarkan dari pasta cokelat dengan cara pengepresan dan memiliki warna putih kekuningan yang berbau khas cokelat.
Cokelat yang enak, biasanya akan meleleh saat dimasukkan kedalam mulut. Kandungan biji cokelatnya diatas 50 persen. Harga cokelat akan semakin mahal ketika kandungan cocoa butter dalam produk tinggi.
Dark Chocolate memiliki warna cokelat gelap (bukan hitam)
Cokelat gelap mengandung biji cokelat atau kakao yang terbanyak dibandingkan cokelat lainnya dengan kandungan yang tanpa banyak gula dan tanpa lemak jenuh atau minyak sayur terhidrogenasi (HVO). Menurut penelitian yang dilakukan Alspach, makin gelap (warna cokelat), maka akan semakin bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki kandungan senyawa polifenol yang tinggi. Selain itu, biasanya bahan campuran seperti gula, dan susu lebih sedikit ditambahkan.
Permukaan dari cokelat yang halus, mengkilap dan warnanya rata
Bahan yang masih kasar dan belum tercampur rata, akan menyebabkan tekstur yang kasar. Untuk membuat tekstur yang halus pada cokelat maka dilakukan proses coaching. Proses ini melibatkan air dan senyawa penggangu rasa yang mudah menguap sehingga lemak kakao akan menyelimuti partikel pada cokelat, susu dan gula secara menyeluruh.
Proses ini berguna untuk menghilangkan kelembaban, keasaman bau yang ngga diinginkan dari cokelat, serta untuk meratakan partikel pada cokelat. Cokelat yang berkualitas baik ketika saat dipatahkkan, tekstur patahannya akan terlihat seperti kulit pohon. Sedangkan cokelat berkualitas rendah memiliki tekstur yang keras dan mudah menempel dimulut saat dimakan.
Nah, itulah beberapa tips memilih cokelat premium yang bisa kamu berikan ke saat hari kasih sayang. Yuk, ajak keluarga, sahabat dan orang terdekatmu memilih cokelat dengan kualitas baik.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
