
Halo Teman Sehat! Teman Sehat tertarik pergi ke Jepang? Atau berencana pergi ke Jepang dalam waktu dekat? Buat Teman Sehat yang Muslim, adakah perasaan khawatir kalau nanti bakal susah mencari makanan halal di Jepang?
Terus gimana dong?
Nah, Teman Sehat ngga perlu khawatir. Kali ini kita akan berbagi tips mencari makanan halal di Jepang menurut panduan Japan Info, Halal Media Japan, dan pengalaman penulis sendiri. Check it out!
1. Cermat memilih hotel
Sebelum memesan hotel, hubungi pengelolanya dan tanyakan apakah hotel menyediakan makanan halal untuk klien mereka? Banyak hotel di kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka yang menyediakan makanan halal seperti Sakura Hotel di Tokyo, Granvia Hotel di Kyoto, serta Penginapan di Bandara Narita.
Buat Teman Sehat yang anak backpacker, numpang menginap di masjid memiliki sensasi tersendiri. Salah satu masjid di Tokyo yang bisa untuk menginap adalah Masjid Otsuka. Di sana Teman Sehat bisa bertanya di mana mencari makanan halal. Bahkan, kalau beruntung Teman Sehat bisa juga mendapat makanan gratis!
2. Cermat pilih restoran
Agar aman dan terhindar dari bahan makanan yang meragukan, Teman Sehat bisa pergi ke restoran yang tidak menjual makanan Jepang, seperti restoran Bangladesh, Indonesia, Iran, India, Malaysia, atau Turki. Di luar restoran tersebut, kita juga bisa mendapatkan makanan halal di restoran khusus vegetarian. Untuk tau lokasi restoran tersebut, ngga usah malu bertanya kepada pengelola hotel. Ingat pepatah “malu bertanya sesat di Jepang—eh di jalan”, kan?
3. Cermat memilih makanan asli Jepang
Jika ada teman yang mengajak ke restoran makanan Jepang, jangan buru-buru ditolak. Ada kok beberapa makanan yang sama sekali tidak mengandung arak beras, babi, atau lemak hewan. Contohnya adalah Unagi (Belut Jepang), Edamame (semacam kacang kedelai), dan makanan lain yang terbuat dari sayur. Selain itu, ada juga beberapa restoran yang memang menyediakan makanan halal.
Opsi yang paling mudah adalah mengajak teman Muslim yang sudah paham di mana makanan halal, atau kalau sedang sendiri sampaikan saja kepada penjualnya kalau pesanan kita tidak perlu dimasak dengan bahan ini dan itu. Orang Jepang sangat jujur dan pengertian kok. Syaratnya, asal Teman Sehat bisa berkomunikasi dengan mereka aja.
4. Cermat belanja di supermarket
Nah, ini dia bagian paling seru. Meskipun saya belum pernah bermain, mencari produk halal di supermarket rasanya lebih seru daripada mencari Pokemon lewat aplikasi Pokemon GO. Tantangan dalam mencari produk halal di Jepang adalah perbedaan bahasa dan karakter huruf. Selain itu, karena produk Jepang tidak memiliki label halal seperti di Indonesia. Terus gimana dong?
Supaya gampang, kita perlu mencatat dan mencermati beberapa huruf kanji yang mengindikasikan bahan yang ngga diperbolehkan, seperti 豚肉 atau ぶたにく(baca: Butaniku) atau babi. Selain itu, ada beberapa istilah yang perlu Teman Sehat hindari seperti 酒 (sake), みりん (baca: mirin) atau sake untuk masakan, ラード (lemak babi), ゼラチン (gelatin, biasanya terbuat dari lemak babi), dan istilah lain yang dapat teman-teman lihat di situs Halal Media Japan.
Nah, bagaimana? Sudah cukup tercerahkan sebelum Teman Sehat berangkat ke Jepang kan? Selamat berburu makanan halal di Jepang! (agt&don)


2 Comments