Waspada Campak, Penyakit Menular yang Menyerang Anak

Sahabat Sehat tahu ngga, kasus campak di Indonesia meningkat 32 kali pada tahun 2022, loh! Bahkan, sebanyak 12 provinsi di Indonesia menetapkan kejadian luar biasa (KLB) campak. Dilansir Kementerian Kesehatan, peningkatan jumlah kasus yang terjadi disebabkan karena banyak anak yang ngga dapat vaksin selama pandemi COVID-19. Sebenarnya, apa penyebab penyakit ini dan bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak selengkapnya!

anak terkena penyakit menular anak
Foto: Freepik.com

Apa itu campak?

Campak adalah penyakit infeksi pernapasan yang umumnya ditandai dengan ruam merah. Penyakit ini bisa menyerang siapa aja, tapi lebih berbahaya kalau terjadi pada anak balita, dewasa yang berusia lebih dari 20 tahun, perempuan hamil, dan orang dengan penyakit autoimun.

Disebut juga rubeola, penyakit ini disebabkan oleh virus yang ada di hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan droplet bersin, batuk, atau napas seseorang yang terinfeksi. Virus campak bisa berada di udara hingga 2 jam setelah seseorang yang terinfeksi meninggalkan tempat itu. Seseorang yang terinfeksi bisa menularkan4 hari sebelum dan 4 hari setelah gejala muncul.

Bagaimana gejalanya?

Gejala penyakit ini umumnya muncul setelah 10-14 hari anak terpapar virus. Gejala awal campak yaitu bersin, batuk, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, serta mata merah, sakit, dan berair. Gejala ini biasanya berlangsung 2-3 hari. 

Setelahnya, muncul ruam yang menyebar dari wajah dan belakang telinga ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya sedikit menonjol dan membentuk bercak. Warna ruam kemerahan atau sedikit kecokelatan pada kulit yang terang. Ruam campak ngga gatal, tapi biasanya disertai dengan demam yang tinggi.

ruam pada kulit
Foto: Freepik.com

Kurang lebih 7 hari kemudian, ruam campak akan berkurang dari wajah hingga kaki. Gejala lain juga akan berkurang. Tapi, batuk dan penggelapan atau pengelupasan kulit bekas ruam biasanya masih berlangsung selama 10 hari setelahnya.

Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius bila menyebar ke bagian tubuh yang lain. Komplikasi yang timbul bisa seperti diare, muntah, infeksi telinga, kejang, gizi buruk, kebutaan, pneumonia, ensefalitis (radang otak), meningitis (radang selaput otak) hingga kematian. Anak yang semula sehat pun kalau mengalami komplikasi ini pasti butuh perawatan di rumah sakit.

Cara pencegahan

Daripada mengobati tentu lebih baik mencegah, sepakat ngga, Sahabat Sehat? Upaya utama yang perlu dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah mendapatkan imunisasi vaksin MR (measles vaccine), yaitu vaksin yang bisa mencegah penyakit campak dan rubella. Vaksin ini diberikan ketika anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan ketika menginjak kelas 1 SD.

Sahabat Sehat juga perlu sering mencuci tangan dengan sabun dan air hangat. Kalau batuk atau bersin, tutupi dengan tisu dan buang tisu pada tempat sampah. Hindari penggunaan bersama alat makan, gelas, handuk, baju, dan seprai.

Lakukan ini kalau kalau anak terkena campak!

Nah, supaya anak cepat pulih, biarkan anak beristirahat. Penuhi kebutuhan cairan biar anak ngga dehidrasi. Kamu bisa menggunakan kapas yang telah direndam air hangat untuk membersihkan kerak dari mata anak. Berikan obat seperti parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam. Tapi, kalau anak ngga kunjung mengalami penurunan suhu tubuh setelah diberi obat, susah bernapas, bingung, dan kejang, segera bawa anak ke rumah sakit.

Kalau Sahabat Sehat menjumpai gejala campak pada anak, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2020. Measles (Rubeola) For Healthcare Providers.  https://www.cdc.gov/measles/hcp/index.html. Diakses 28 Januari 2023.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Cam pak/Measles dan Rubella (MR). 2017. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr. Diakses 29 Januari 2023.

Kementerian Kesehatan. 2023. Waspada, Campak jadi Komplikasi Sebabkan Penyakit Berat. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230120/1642247/waspada-campak-jadi-komplikasi-sebabkan-penyakit-berat/#:~:text=%E2%80%9CSelama%20tahun%202022%20yang%20lalu,31%20provinsi%2C%E2%80%9D%20ucap%20dr. Diakses 29 Januari 2023.

MayoClinic. 2022. Measles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857#:~:text=Measles%20causes%20a%20red%2C%20blotchy,be%20prevented%20with%20a%20vaccine. Diakses 28 Januari 2023. 

NHS. 2022. Measles. https://www.nhs.uk/conditions/measles/. Diakses 28 Januari 2023.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.