Yuk Kenalan dengan Bakteri Campylobacter

Halo Sahabat Sehat! Pernahkah kamu mengalami diare setelah mengonsumsi suatu makanan? Jika iya, bisa jadi makanan yang kamu konsumsi sudah tercemar dan mengandung mikroba patogen. Nah, salah satu mikroba yang bisa mencemari makanan yaitu, Campylobacter. Yuk, kenalan lebih jauh dengan bakteri yang satu ini.

Bakteri Campylobacter

Bakteri campylobacter
Foto: cdc.gov

Penyakit bawaan makanan atau foodborne illness bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah tercemar bakteri, virus, parasit, maupun bahan kimia berbahaya. Bahkan menurut WHO, setiap tahunnya 1 dari 10 orang di dunia dilaporkan telah terkena penyakit ini. Istilah foodborne illness mencakup banyak penyakit, di antaranya penyakit-penyakit penyebab diare. 

Bakteri Campylobacter (terutama jenis Campylobacter jejuni) merupakan salah satu bakteri utama penyebab diare. Infeksi bakteri ini biasanya ngga berbahaya, tapi bisa menjadi fatal bila dialami oleh anak-anak, lansia, atau orang-orang dengan sistem pertahanan tubuh yang lemah.

Penyakit yang disebabkan bakteri ini disebut sebagai Campylobacteriosis. Selain diare, mereka yang terinfeksi bakteri ini juga bisa mengalami gejala seperti nyeri perut, demam, mual-muntah, dan sakit kepala yang biasanya muncul selama 3-6 hari. 

Gimana cara bakteri Campylobacter masuk ke tubuh?

bakteri campylobacter
Foto: Freepik.com

Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi pangan yang terkontaminasi. Sebelum memasuki tubuh manusia, bakteri ini diketahui bisa tinggal pada usus mamalia dan burung.

Kasus-kasus Campylobacteriosis yang terjadi sebelumnya seringkali terjadi akibat konsumsi daging ayam yang kurang matang, susu yang ngga dipasteurisasi, hingga air yang terkontaminasi. Ngga hanya itu, cukup banyak pula kasus Campylobacteriosis yang terjadi akibat konsumsi buah dan sayuran mentah.

Lalu, bagaimana pencegahannya?

Untungnya, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah bakteri Campylobacter masuk ke dalam tubuh, diantaranya:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun

Bakteri Campylobacter bisa bersarang di telapak tangan, jadi jangan lupa untuk selalu menjaga kerbersihan telapak tanganmu. Pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum menyiapkan makanan atau minuman, setelah keluar dari toilet, maupun setelah memegang hewan peliharaan. 

Bakteri campylobacter
Foto: Freepik.com
  • Pisahkan beberapa jenis makanan tertentu

Pisahkan tempat penyimpanan maupun alat-alat yang digunakan untuk mengolah daging dengan sayur atau buah. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kontaminasi silang dari masing-masing bahan makanan. Setelah selesai mengolah, pastikan juga utnuk membersihkan peralatan dapur yang sudah digunakan dengan air dan sabun, ya.

  • Masak makanan hingga matang

Pastikan bahan makanan yang dimasak sudah benar-benar matang, terutama untuk daging unggas yang seringkali menjadi penyebab Campylobacterosis. Campylobacter ngga akan bisa bertahan jika terkena panas selama proses pengolahan, jadi dengan memastikan makanan sudah matang dengan sempurna keberadaan bakteri patogen ini bisa diminimalisir.

  • Jangan minum air dari sumber-sumber yang belum tentu aman

Pastikan juga air yang dikonsumsi berasal dari sumber yang aman. Hindari penggunaan air yang dekat dengan sumber kontaminasi, seperti septic tank, pupuk kandang, maupun lokasi hewan ternak.

  • Rawat hewan peliharan dengan baik

Jika Sahabat Sehat memiliki hewan peliharan, kamu perlu lebih berhati-hati karena bakteri Campylobacter juga bisa menginfeksi hewan peliharaan. Pastikan kandang selalu dalam keadaan bersih dan terawat dan jangan lupa untuk selalu mencuci tangan seltelah berinteraksi dengan hewan peliharaan, ya!

Yuk, mulai waspada dengan keberadaan bakteri Campylobacter dan lebih berhati-hati dengan kondisi makanan atau minuman yang akan dikonsumsi. Jangan sampai kesehatan kamu dan keluarga terganggu akibat cemaran bakteri ini.  

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

WHO. Foodborne diseases. https://www.who.int/health-topics/foodborne-diseases#tab=tab_1
Diakses pada 26 Juni 2021

WHO. 2020. Campylobacter. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/campylobacter
Diakses pada 26 Juni 2021

AIMS Microbiology. 2017. Foodborne pathogens.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6604998/pdf/microbiol-03-03-529.pdf
Diakses pada 26 Juni 2021

CDC. Campylobacter (Campylobacteriosis).
https://www.cdc.gov/campylobacter/prevention.html
Diakses pada 26 Juni 2021

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.