Turunkan Risiko Gangguan Mental dengan Konsumsi Buah

Tahukah Teman Sehat, ternyata kesehatan mental merupakan komponen penting untuk menetukan kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh. Lalu apakah benar ada kaitan antara konsumsi makanan yang mengandung vitamin C dengan kesehatan mental? Yuk, intip informasi berikut!

Permasalahan kesehatan mental

Pengaruh buah dan sayur yang mengandung vitamin c terhadap kesehatan mental
Foto: Pixabay.com

Menurut World health Organization (WHO), sebanyak 25% dari individu di seluruh dunia mengalami gangguan kesehatan mental termasuk kecemasan dan depresi. Ternyata depresi sebagai penyebab utama ketiga dari penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker.

Ngga hanya itu, depresi juga memberikan kontribusi terhadap kerugian di bidang ekonomi sekitar 47 triliun USD dari 2014 sampai 2020. Wow, ternyata begitu banyak dampak yang terjadi akibat adanya masalah kesehatan mental seperti depresi. Oleh karna itu, diperlukan strategi yang murah dan efektif untuk mengurangi risiko dan beban masalah kesehatan mental ini. 

Memperbaiki asupan gizi

Kira-kira, apakah pola makan dan asupan zat gizi merupakan salah satu strategi yang murah dan efektif untuk mengurangi risiko dan masalah kesehatan mental? Bisa saja, karena makanan memiliki dampak pada kesehatan melalui proses fisiologis dan metabolisme tubuh.

Jika dilihat dari beberapa hasil studi, pola makan seperti apa sih, yang mampu mengurangi risiko gangguan kesehatan mental? 

Buah dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental

Pengaruh buah dan sayur yang mengandung vitamin c terhadap kesehatan mental
Foto: Pixabay.com

Salah satu studi di tahun 2018, konsumsi 2 buah pisang ambon/hari dengan berat 130 g/1x konsumsi bisa mengurangi gejala gangguan depresi dan kecemasan pada remaja di Surakarta. Selain itu, salah satu publikasi Journal of Nutritional Science menunjukkan bahwa konsumsi 2 buah kiwi per hari selama 6 minggu menurunkan gangguan mood dan gejala depresi sebesar 34% pada laki-laki usia 15-35 tahun.

Studi Smith dan Rogers di tahun 2014 pada 100 mahasiswa berusia sekitar 19 tahun juga menunjukkan bahwa mengemil satu potong buah apel atau pisang setiap hari selama 10 hari, mampu menurunkan rasa cemas dibandingkan dengan mengonsumsi wafer coklat atau keripik kentang.

Ngga hanya itu, Tamlin S. Conner juga telah membuktikan bahwa mengonsumsi setidaknya 1 buah (kiwi, jeruk, apel) dan 1 sayur (seperti wortel) selama 14 hari mampu menurunkan kecemasan dan gejala depresi, loh! 

Kandungan vitamin C

Buah dan sayur ternyata bisa menjadi komponen penting dari diet sehat yang rendah energi, kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh termasuk otak. Salah satu kandungan zat gizi dalam buah dan sayur yang berkaitan dengan menurunkan risiko gangguan kesehatan mental adalah vitamin C.

Tapi sebenarnya berapa sih, asupan vitamin C yang dibutuhkan setiap hari? Menurut tabel angka kecukupan gizi, kebutuhan vitamin C berkisar 40-90 mg/hari atau 2-3 porsi buah/hari dan 3-4 porsi sayur/hari. Mengapa konsumsi buah dan sayur yang memiliki kandungan Vitamin C mampu memperbaiki gangguan kesehatan mental?

Secara singkat, vitamin C memiliki fungsi melawan efek negatif dari radikal bebas melalui mekanisme pencegahan kerusakan oksidatif membran sel DNA dalam sistem saraf pusat, meningkatkan neurotransmitter serotonin, hormon dopamine dan norepinephrine, dan meningkatkan glutathione yang termodulasi melalui penanda aktivitas antioksidan.

Nah itulah, beberapa fakta mengenai hubungan konsumsi buah dan kondisi kesehatan mental seseorang. Semoga informasinya bermanfaat ya, Teman Sehat!

Editor & Proodreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Biswajit, G., O’Leary, D. P., dan Ghosh, S. 2017. Association between depression and fruit and vegetable consumption among adults in South Asia. BMC Psychiatry. 17:15.

Carr, A. C., Bozonet, S. M., Pullar, J. M., dan Vissers, M. C. 2013. Mood improvement in young adult males following supplementation with gold kiwifruit, a high-vitamin C food. Journal of Nutritional Science. 2:e24. doi: 10.1017/jns.2013.12 PMID: 25191573.

Conner, T. S., Brokie, K. L., Carr, A. C., dan  Mainvii, L. A. 2017. Let them eat fruit! The effect of fruit and vegetable consumption on psychological well-being in young adults: A randomized controlled trial. PloS ONE. 12(2):e0171206.

Kulkarni, A. A., Swinburn, B. A., dan Utter, J. 2015. Associations between diet quality and mental health in socially disadvantaged New Zealand adolescents. European Journal of Clinical Nutrition. 69(1):79-83.

McMartin, S. E., Jacka, F. N., dan Colman, I. 2013. The association between fruit and vegetable consumption and mental health disorders: evidence from five waves of a national survey of Canadians. Preventive Medicine. Apr 30; 56(3):225±30.

Putra ES, Wasita B, Anantanyu S. 2018. Effect of Banana Consumption and Walking Exercise on Anxiety in Female Adolescents. Neliti. 10.26911/mid.icph.2018.01.24

Putra ES, Wasita B, Anantanyu S. 2018. A randomised trial on walking exercise and banana consumption on self-reported depression symptoms among female adolescents in Surakarta, Indonesia. Mal J Nutr 24(3): 467-473,

Smith, A. P dan Rogers, R. 2014. Positive effects of a healthy snack (fruit) versus an unhealthy snack (chocolate/ crisps) on subjective reports of mental and physical health: A preliminary intervention study. Frontiers in Nutrition. 1.

WHO. 2013. Global action plan for the prevention and control of noncommunicable diseases 2013–2020. Geneva: World Health Organisation, 2013.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.