Yuk, Lebih Dekat dengan Suplemen!

Teman Sehat, cuaca yang ngga menentu akhir-akhir ini menyebabkan kamu perlu mengonsumsi suplemen untuk menambah daya tahan tubuhmu. Yap, seperti yang kamu tahu produk ini merupakan produk penambah zat gizi makanan yang di dalamnya mengandung lebih dari satu zat gizi mikro  sepeti vitamin, mineral, kalsium, dan asam amino.

Menurut Dietary Supplement Health and Education Act (DSHE) konsumsi suplemen bertujuan membantu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro yang mungkin ngga bisa tercukupi dari makanan yang biasa dikonsumsi. Walaupun demikian, suplemen ngga bisa dijadikan sebagai pengganti bahan makanan alami. Mau tahu alasannya, yuk simak!

Jenis suplemen

Berdasarkan bentuknya, suplemen ada yang berbentuk pil, kapsul, tablet, chewables (permen kunyah), sirup, cairan (seperti dalam bentuk minuman energi), bahkan dalam bentuk makanan (seperti snack bar).

Sedangkan berdasarkan proses pembuatannya jenis produk ini dibagi 2 yaitu :

  • Natural supplement : hasil ekstraksi bahan makanan alami yang mengandung zat gizi  seperti tanaman herbal
  • Syhntetic supplement :  hasil rekayasa secara kimiawi.

Jenis produk yang biasa kamu konsumsi

Beberapa suplemen bisa dikonsumsi secara rutin dalam kondisi tertentu, seperti:

  • Asam folat untuk ibu hamil, untuk mencegah risiko cacat bayi saat lahir
  • Asam lemak omega 3 dari minyak ikan, untuk membantu tambahan zat gizi penderita jantung
  • Vitamin B, untuk tambahan vitamin B bagi kamu yang vegetarian
  • Tablet Fe, untuk remaja dengan anemia

Petunjuk penggunaannya 

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi suplemen secara rutin :

  • Pastikan produk ini telah memunyai label dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
  • Perhatikan kemasan produk ini mulai dari nama produk, bahan-bahan yang digunakan, nama perusahaan yang membuat, takaran saji yang diberikan beserta kandungan zat gizinya.
  • Perhatikan klaim yang diberikan, karena menurut Food Drug Administration (FDA) produk ini hanya diperbolehkan menggunakan klaim tertentu yaitu health claims, nutrient content claims, structure and function claims, dan ngga dimaksudkan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.
  • Konsultasilah dengan tenaga kesehatan seperti dokter atau ahli gizi terkait seberapa penting kamu membutuhkan  produk ini. Terutama apabila kamu sedang menjalani terapi medis maka konsultasikan suplemen yang biasa kamu konsumsi, karena beberapa produk ini berpotensi mengurangi kinerja dari terapi medis tersebut.
  • Lihat dan pahami kebutuhan zat gizi mikromu dalam sehari dengan melihat Angka Kecukupan Gizi 2019 (AKG) dan bandingkan dengan produk yang akan kamu konsumsi, sehingga kamu akan mengetahui, apakah produk ini melebihi jumlah kebutuhan kamu atau ngga.

Efek Samping

Konsumsi suplemen dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang lama, akan meningkatkan risiko penyakit yang ngga diinginkan, seperti:

  • Konsumsi vitamin C dengan dosis tinggi dan dalam jangka waktu lama dapat beresiko pada gangguan ginjal
  • Bagi pasien dengan kemoterapi kanker, konsumsi vitamin C dan E justru dapat menurunkan efektivitas kinerja kemoterapi tersebut.
  • Terlalu banyak konsumsi vitamin A dapat berakibat gangguan liver dan sakit kepala
  • Konsumsi suplemen tablet Fe terlalu banyak akan menyebbakan mual muntah dan gangguan liver

Nah Teman Sehat, itulah beberpa hal yang perlu kamu ketahui terkait suplemen. Konsumsilah tambahan zat gizi mikro ini sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan, agar ngga terjadi hal-hal yang ngga diinginkan. Ingat ya, suplemen ngga bisa menggantikan posisi konsumsi makanan seharian mu, tetap konsumsi buah sayur dan bahan pangan lainnya. Yuk, jaga kesehatan di cuaca yang mudah berubah ini!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *