Yuk, Simak Tips Hidrasi bagi Tubuh!

Halo, Teman Sehat! Apakah kamu sering merasa haus ketika melakukan banyak aktivitas atau saat cuaca sedang panas? Yap, haus merupakah salah satu indikator dari dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika seseorang kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dibutuhkan. Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Apa yang terjadi ketika tubuh mengalami dehidrasi?

Mulut kering, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi merupakan gejala dari dehidrasi ringan. Jika dehidrasi berlanjut, seseorang akan mulai merasa lebih sakit karena lebih banyak organ tubuh yang terpengaruh.

Ketika tubuh memerlukan lebih banyak air, hal pertama yang terjadi adalah ginjal mengurangi jumlah air yang hilang dalam urine, sehingga warna urine lebih gelap. Jika konsumsi air cukup, maka urine akan menunjukkan warna kuning pucat.

Berapa jumlah cairan yang dibutuhkan?

Berdasarkan buku Pedoman Gizi Seimbang 2014, kebutuhan cairan pada rentang usia 12-15 tahun sebanyak 2 liter dan usia 16-18 tahun membutuhkan 2100 liter, usia 19-50 tahun minimal 2,3 liter. Sebelum memulai aktivitas fisik, sebaiknya tubuh terhidrasi dengan baik dan konsumsilah air secara berkala selama beraktivitas.

Olahraga dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari 1 jam atau lebih, mungkin memerlukan minuman khusus yang mengandung gula dan natrium (garam) untuk mengganti cairan yang hilang sebagai keringat.

Apakah penting menentukan jenis minuman yang akan dikonsumsi?

Semua minuman yang ngga beralkohol bisa berkontribusi dalam hidrasi tubuh, tapi banyak minuman seperti minuman bersoda dan jus buah mengandung banyak gula. Sehingga, jika frekuensi konsumsi minuman manis lebih tinggi akan berkaitan dengan risiko terjadinya diabetes tipe 2 dan kenaikan berat badan pada anak-anak.

Berikut beberapa jenis minumannya:

  • Air minum, merupakan pilihan yang bagus karena tidak mengandung kalori atau gula yang berpotensi merusak gigi.
  • Teh atau kopi, meskipun kafein bisa membuat produksi urine menjadi lebih banyak, tapi mengonsumsi dalam jumlah yang sedang ternyata tidak memengaruhi hidrasi.
  • Susu, mengandung banyak zat gizi penting seperti protein, beberapa vitamin B, dan kalsium. Selain itu, susu juga mengandung lemak, untuk orang dewasa dan remaja disarankan untuk memilih susu semi-skim (kurang dari 2% lemak) atau susu skim.
  • Jus buah dan smoothie, karena mengandung dula dan bisa bersifat asam yang berpotensi merusak gigi, disarankan untuk mengonsumsi maksimal 150 ml per hari. Selain itu, pada jus atau smoothie tidak mengandung serat yang ditemukan dalam buah dan sayuran utuh.
  • Minuman bersoda dan squash, mengandung banyak gula dan umumnya sedikit zat gizi. Membatasi atau menghindari konsumsi minuman manis sangat disarankan, atau bisa ditukar dengan minuman yang bebas gula atau tanpa gula tambahan.
  • Minuman berenergi, mengandung gula yang tinggi, kafein, dan stimulan lainnya, sehingga tidak cocok untuk anak-anak.
  • Minuman beralkohol, memiliki efek diuretik, yaitu penyebab kehilangan lebih banyak air dalam urine yang menyebabkan dehidrasi.
  • Makanan yang memiliki kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran serta makanan seperti sup juga bisa berkontribusi menyumbang cairan dalam tubuh.

Nah, berdasarkan informasi di atas tentunya Teman Sehat sudah memahami bagaimana cara mengatasi dehidrasi dengan mengonsumsi cairan yang berasal dari makanan dan minuman. Jangan lupa untuk selalu menjaga tubuh agar terhidrasi dengan baik, ya. Semoga bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *