Membuat resume bisa jadi tantangan tersendiri bagi para pelamar kerja. Namun faktanya, ada sebuah trik psikologi yang bisa kamu lakukan supaya hasil penggarapan resume jadi lebih efektif. Sahabat Sehat, pahami selengkapnya lewat artikel yang satu ini.
Apa itu resume? Berdasarkan pengertian umum, resume adalah riwayat hidup berisi rangkuman singkat untuk kebutuhan melamar kerja. Isi resume biasanya meliputi data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, informasi kontak, hingga daftar kemampuan atau skill.

Meski mudah dipahami, tetapi masih banyak orang keliru akan perbedaan resume dan CV. Apa resume sama dengan CV? Tentu saja keduanya berbeda. Resume biasanya dikemas secara singkat, sementara CV cenderung lebih lengkap hingga mencakup portofolio.
Selain memahami cara membuat resume yang baik dan benar, Sahabat Sehat perlu tahu bahwa terdapat trik psikologi untuk meningkatkan peluang diterima kerja lewat sebuah resume. Dilansir dari berbagai sumber, catat poin-poinnya sebagai berikut.
3 Trik Psikologi supaya Resume Tampil Memukau
Gunakan Kata Bernada Positif
Tips membuat resume yang pertama adalah gunakan pemilihan kata bernada positif. Dikutip dari psychreg.com, sebuah penelitian menyebutkan bahwa resume dengan penggunaan diksi “kreatif”, “termotivasi”, serta “sukses”, cenderung punya peluang lebih tinggi diterima kerja.
Pemilihan kata tertentu juga dapat menggambarkan kepribadian seseorang. Misal ketika Sahabat Sehat adalah orang yang berorientasi pada hasil, maka kata “tercapai”, “tepat waktu”, dan “disiplin” harus sering dikeluarkan.
Sementara jika kamu ingin memperkenalkan diri sebagai sosok dengan sisi kepemimpinan tinggi, gunakan kata “teratur”, “mampu mengakomodasi”, dan “aktif”.
Kata-kata di atas akan membantu perekrut menemukan keterampilan dan kemampuan profesional Sahabat Sehat yang sebenarnya, sehingga kemungkinan besar kamu bakal melanjutkan ke tahap wawancara.

Paparkan Pencapaian yang Terukur secara Angka
Cara membuat resume ampuh adalah menjelaskan pencapaian yang terukur secara angka. Sebagai contoh, alih-alih menuliskan “Saya selalu mencapai target penjualan“, kamu bisa memaparkannya dengan cara yang lebih lugas yakni “Saya meraih target penjualan sebesar 120 persen dalam kurun waktu setahun“.
Tantangan perusahaan dalam mencari karyawan adalah memilih kandidat berdasarkan kemampuan yang jelas. Lewat penjelasan beserta angka pasti, hal tersebut seharusnya dapat membantu menguatkan pihak HRD selaku penyeleksi. Menunjukkan keahlian dengan angka membuktikan bahwa kamu tahu bagaimana caranya menoreh pencapaian pada pekerjaan tersebut.
Tunjukkan Reputasi yang Baik secara Sosial
Menurut psikolog Robert Cialdini dalam jurnal bertajuk Influence: The Psychology of Persuasion, seseorang memandang suatu perilaku lebih benar dalam situasi tertentu jika dia tau ada orang yang juga merespons serupa dengannya. Hal itu disebut sebagai bukti sosial.
Apa artinya ini bagi pencari kerja? Sebagai contoh, aktivitas online publik seperti ranah media sosial adalah bukti sosial. Itulah mengapa banyak perusahaan kini meminta mencantumkan akun media sosial dan blog para kandidat.
Semakin orang lain memberi tanggapan positif pada media sosial, maka semakin bagus pula citra Sahabat Sehat di mata pihak HRD. Maka dari itu, pastikan kamu membuat citra yang baik dan tetap bijak dalam menggunakan media sosial.
Terlepas dari hal di atas, aktivitas volunteer dan bakti sosial yang tercatat di resume juga dapat menjadi nilai plus. Jika ada, kamu dapat memasukkannya.
Itulah tadi trik psikologi yang bisa kamu lakukan. Sambil melihat contoh resume atau aplikasi resume online gratis di internet, kamu juga bisa mulai menggunakan platform desain khusus seperti aplikasi pembuat resume Canva. Jangan lupa untuk mengecek dan review kembali resume yang dibuat untuk memastikan isi dan desainnya sudah bagus.
Teruslah berusaha sambil tetap menjaga kesehatan tubuh dan pikiranmu sehari-hari, ya. Semoga berhasil, Sahabat Sehat!
Ditulis oleh: Mentari Rahman
