Atasi Kecemasan Sosial dengan Hal Ini

Gangguan kecemasan sosial atau anxiety disorder ditandai dengan munculnya pikiran negatif dan rasa gelisah yang sulit dihilangkan, bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa cemas tersebut sering timbul tanpa sebab yang jelas, berlebihan, dan susah diredam.

Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, individu dengan gangguan kecemasan mempunyai pemikiran negatif mengenai evaluasi orang lain, sehingga memicu kecemasan dan respon fisik (gemetar, keringat dingin, tangan dingin, menghindar). Penderita juga mengalami kesulitan bersosialisasi, sulit berbicara di depan umum, kesulitan beradaptasi di tempat baru, dan sulit membangun karir.

tips mengatasi kecemasan sosial
Foto: Pexels.com

Penderita gangguan kecemasan sosial bisa diarahkan untuk melakukan terapi sesuai dengan kondisi yang dialami. Berbagai pilihan metode psikologis di bawah ini bisa mengubah perilaku menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif adalah pengobatan psikoterapi lini pertama untuk gangguan kecemasan sosial. Terapi ini dirancang untuk mengubah pikiran dan perilaku seseorang agar bisa mempengaruhi emosi positif. Teknisnya, penderita gangguan kecemasan diminta mengganti pola pikir negatif menjadi lebih realistis. Terapi ini efektif mengubah perilaku yang berasal dari pola pikir yang positif.

Terapi Pemaparan

Terapi pemaparan merupakan bagian dari CBT yang dipakai untuk mengobati berbagai gangguan kecemasan, mulai dari SAD, stres pasca trauma, hingga fobia spesifik. Dalam terapi ini, terapis menjelaskan mengenai objek atau situasi yang memicu timbulnya gejala gangguan kecemasan.

Terdapat tiga tahap yang harus dilalui dalam terapi ini, yaitu tenang, daftar dan ekspos. Tenang berarti terapis mengajarkan teknik relaksasi untuk menghadapi kecemasan, ssperti latihan pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, dan meditasi. Daftar, berarti kamu diminta membuat daftar objek atau situasi pemicu kecemasan, lengkap dengan tingkatannya. Sedangkan ekspos, dilakukan dengan meminta pelaku terapi untuk berhadapan dengan objek atau situasi yang memicu kecemasan secara bertahap, sambil melakukan teknik relaksasi jika diperlukan.

terapi mengatasi kecemasan sosial
Foto: Pexels.com

Terapi Perilaku Dialektika (DBT)

Penderita kecemasan diminta belajar menerima kecemasan, sambil berusaha mengubahnya secara aktif. Cara ini mirip dengan anjuran mencintai diri sendiri apa adanya, tetapi berusaha mengubah diri menjadi lebih baik.

DBT mengajarkan empat kemampuan dalam menghadapi gangguan kecemasan yaitu mindfulness (memikirkan situasi dan kondisi pemicu kecemasan tanpa dikuasai atau takut karenanya), distress tolerance (mengelola kecemasan ketika menghadapi objek atau situasi yang memicu kecemasan), interpersonal effectiveness (belajar mengatakan tidak serta meminta bantuan), emotion regulation (mengelola kecemasan sebelum emosi menjadi tidak terkontrol).

Acceptance and Commitment Therapy (ACT)

ACT merupakan terapi kecemasan yang meminta penderita mengidentifikasi nilai-nilai diri mereka dalam menjalani hidup. Setelah itu, dalam sesi terapi penderita diminta untuk bertindak dan menghadapi pemicunya sesuai nilai yang ada dalam diri.

Terapi Seni

Terapi seni ini melibatkan seni visual, meliputi menggambar, melukis, atau memahat sebagai media relaksasi guna mengatasi kecemasan. Supaya hasilnya optimal, biasanya dokter akan mengombinasikan terapi seni dengan CBT.

Selain melalui terapi, gejala kecemasan dapat diminimalkan dengan menerapakan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Jangan lupakan istirahat cukup agar tidak kelelahan yang memicu stres. Batasi konsumsi kafein dan hindari minuman alkohol yang memperparah kecemasan.

Demikianlah penjelasan mengenai terapi dan pola hidup sehat yang mengatasi kecemasan. Efektivitas setiap terapi dimungkinkan berbeda pada setiap penderita dan dokter akan mengombinasikan beberapa terapi agar hasilnya optimal.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Asrori, Adib dan Nida Ul Hasanat. (2015). Terapi Kognitif Perilaku untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan Sosial. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(1). https://doi.org/10.22219/jipt.v3i1.2128.

Handayani, Verury Verona. 2020. 3 Jenis Terapi untuk Atasi Gangguan Kecemasan Sosial. https://www.halodoc.com/artikel/3-jenis-terapi-untuk-atasi-gangguan-kecemasan-sosial. Diakses pada 25 November 2022.

Permana, Bayu Galih. 2021. Terapi Kecemasan Bantu Cegah dan Atasi Gejala Gangguan Kecemasan. https://www.sehatq.com/artikel/terapi-kecemasan-bantu-cegah-dan-atasi-gejala-gangguan-kecemasan. Diakses pada 25 November 2022.

Sunur, Irene Cindy. 2019. Ketahui Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan. https://www.alodokter.com/ketahui-cara-mengatasi-gangguan-kecemasan. Diakses pada 25 November 2022.

Yessica, Yoana Theolia Angie. 2019. Teknik Relaksasi untuk Mengatasi Kecemasan. https://www.alodokter.com/teknik-relaksasi-untuk-mengatasi-kecemasan. Diakses pada 25 November 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.