5 Tips Jaga Toleransi di Dunia Kerja

Di lingkungan kerja, tentu banyak perbedaan, mulai dari latar belakang, sifat, sikap, hingga pola pikir yang memengaruhi pengambilan keputusan. Hubungan antar rekan kerja dan atasan juga ngga selalu berjalan mulus.

Kurang memahami perbedaan seringkali menimbulkan konflik antar personal, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kurang sehat. Nah, supaya hal tersebut ngga terjadi, diperlukan adanya toleransi.

toleransi dalam dunia kerja
Foto: Pexels.com

Menurut Dijiker dan Koomen, toleransi adalah kontrol sosial, ketika seseorang diharapkan memahami perilaku atau keyakinan individu lain yang berbeda dan berusaha mengontrol respon negatif terhadap perbedaan tersebut. Hal ini bisa dillihat dari sisi agama, suku maupun budaya. Sahabat Sehat, berikut tips untuk menerapkan toleransi di lingkungan kerja.

Hargai Pendapat Setiap Orang

Setiap orang punya pendapatnya masing-masing dan sifat dasar manusia memang memiliki keinginan untuk bisa didengar. Supaya ngga terjadi perselisihan, diperlukan rasa toleransi satu sama lain.

Menghargai pendapat setiap rekan kerja demi mencapai tujuan yang sama perlu dibiasakan. Saat seorang teman atau atasan mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapatnya yang lainnya bisa menjadi pendengar, begitu pula sebaliknya. Pahamilah apa yang disampaikan agar bisa memberikan tanggapan yang tepat dan tidak menyinggung. Dengan demikian, orang tersebut merasa dihargai dan akan menghargai orang lain juga.

toleransi dalam dunia kerja
Foto; Pexels.com

Tidak Mendramatisir Masalah

Drama di dunia kerja adalah persoalan yang sering terjadi. Salah satunya adalah merespon segala sesuatu secara berlebihan. Jika memang kurang setuju, tidak setuju, atau ada persoalan, maka sampaikan dengan baik, bukan justru diperbesar atau didramatisasi. Dengan cara ini, suasana di tempat kerja tetap terkondisi dan setiap persoalan atau konflik bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Berikan Kritik Membangun

Diperlukan kehati-hatian dalam mengkritik seseorang, terlebih jika terkait hasil pekerjaan. Berilah kritik membangun sebagai jalan untuk mengevaluasi dan sampaikan kritik tersebut dengan bahasa serta sikap yang lembut agar tidak menyinggung. Jangan menyampaikan kritik yang menghakimi, menyinggung, atau menyakiti perasaan. Hal ini diperlukan demi suasana kantor yang tetap nyaman.

Jangan lupa untuk selalu menerapkan three magic words, yaitu tolong, maaf, dan terima kasih. Dalam berkomunikasi, menerapkan tiga kata tersebut penting untuk menjaga hubungan baik, kedekatan emosional, dan kenyamanan.

Perlakukan Setiap Orang dengan Cara yang Sama

Adanya keberagaman tidak seharusnya menimbulkan diskriminasi. Sikap toleransi sangat penting untuk menyikapi setiap perbedaan yang ada. Di tempat kerja, Sahabat Sehat pastinya bertemu dengan banyak rekan kerja dengan latar belakang yang berbeda.

Jangan sampai ada bullying di kantor yang memicu burnout syndrome, seperti dilansir dari laman Hello Sehat. Oleh karena itu, perlakukan mereka semua dengan cara yang sama. Bersikaplah ramah dan bersahabat kepada semuanya. Setiap orang punya hak dan kewajiban yang sama sesuai porsinya.

Libatkan Rekan saat Pengambilan Keputusan

Setiap orang dituntut mampu bekerja dalam kelompok atau tim. Kerja sama dan kolaborasi tersebut menuntut sikap toleransi. Nah supaya kerja samanya lancar dan kompak, kamu perlu melibatkan setiap rekan kerja di setiap pengambilan keputusan.

Berilah ruang kepada setiap orang untuk ikut berperan dalam diskusi. Jika sudah demikian, rasa sungkan atau malu akan beralih menjadi rasa percaya diri yang kuat. Inilah energi positif yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan memupuk rasa toleransi, hubungan antar pekerja menjadi lebih baik, sekaligus mendorong kesatuan visi dalam bekerja untuk mencapai target bersama. Adanya toleransi juga mempermudah pencapaian mufakat dalam pengambilan keputusan dan mengembangkan kerja sama. Sahabat Sehat, yuk jaga hubungan baikmu dengan rekan kerja.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Alodokter.com. 2021. Kenali Gejala Stres karena Pekerjaan dan Cara Mengatasinya. https://www.alodokter.com/kenali-gejala-stres-karena-pekerjaan-dan-cara-mengatasinya. Diakses pada 9 November 2022.

Atila, Aufa. 2021. Meningkatkan Toleransi dalam Bekerja pada Suatu Perusahaan. https://www.jojonomic.com/blog/toleransi-dalam-bekerja/#:~:text=Toleransi%20dalam%20bekerja%20menjadi%20suatu,kebiasaan%20atau%20sikap%20orang%20lain.. Diakses pada 9 November 2022.

Dijiker, A., & Koomen, W. 2007. Stigmatization, tolerance and repair. Cambridge, UK: Cambridge University Press.

Fadila, Ihda. 2022. Waspadai Burnout Syndrome Akibat Stres Pekerjaan. https://hellosehat.com/mental/stres/burnout-syndrome/. Diakses pada 11 November 2022.

Handayani, Verury Verona. 2019. Ini Hubungan Kesehatan Mental dengan Lingkungan Kerja. https://www.halodoc.com/artikel/ini-hubungan-kesehatan-mental-dengan-lingkungan-kerja. Diakses pada 9 November 2022.

Meiza, Asti. (2018). Sikap Toleransi dan Tipe Kepribadian Big Five pada Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. PSYMPATHIC: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 43-58.

Workerspedia. 2022. Toleransi di Dunia Kerja, Penting loh! https://goodside.id/article/toleransi-di-dunia-kerja-penting-loh-GU2qE. Diakses pada 9 November 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.