Inilah Risiko Tidur Terlalu Lama

Halo, Teman Sehat! Selama #dirumahaja hal apa yang paling sering kamu lakukan? Apakah kamu termasuk kaum rebahan dan tidur? Taukah kamu ternyata rebahan dan tidur yang terlalu lama, ngga baik loh, buat kesehatan. Penasaran? yuk simak penjelasannya di artikel ini!

Kapan seseorang dikatakan tidur terlalu lama ?

Waktu tidur bagi seseorang sebenarnya bermacam macam, tergantung umur, dan aktifitas fisik yang biasa dilakukan. Bagi orang dewasa usia 18-64 tahun, durasi yang dianjurkan adalah 7-9 jam per malam.  Jadi, jika kamu tidur melebihi durasi yang dianjurkan itu artinya kamu sudah terlalu lama.

Mengapa seseorang tidur terlalu lama?

Ada beberapa hal faktor yang bisa menyebabkan hal ini. Salah satunya yaitu hypersomnia. Hypersomnia merupakan kondisi seseorang yang tidur terlalu lama. Seseorang dengan kondisi ini, bisa tidur selama 10-12 jam per malam.

Kondisi ini disebabkan terlalu lelahnya kondisi tubuh, karena banyaknya kegiatan yang dilakukan saat siang hari atau bisa disebabkan tumpukan kelelahan yang terjadi pada beberapa hari sebelumnya, sehingga mengurangi jam istirahatnya. Selain itu, seseorang yang merasa stres, depresi, maupun ganguan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur) juga bisa memicu tidur yang terlalu lama.

Akibat tidur terlalu lama

1. Diabetes

Pada penelitian yang dilakukan oleh Femke Rutters dari VU University Medical Center  di Amsterdam, menyatakan bahwa laki-laki yang tidur terlalu lama, bisa mengurangi respon sel beta untuk menghasilkan insulin.

Jika hal ini terus terjadi, maka kemampuan tubuh untuk menyerap gula darah pun akan berkurang, sehingga kadarnya cenderung tinggi. Hal ini menyebabkan seseorang akan lebih beresiko mengalami diabetes.

2. Jantung

Data yang diperoleh dari Nurses’s Health Study hampir 72.000 perempuan yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya 38% lebih berisiko mengalani penyakit jantung dibanding seseorang yang tidur kurang dari 8 jam setiap malamnya.

Meski demikian, belum diketahui secara rinci bagaimana hubungan antara durasi tidur dengan penyakit tersebut. Para peneliti telah sepakat bahwa pola tidur akan memengaruhi proses metabolisme tubuh, termasuk kinerja organ di dalamnya.

3. Obesitas

Seperti yang dikutip pada laman webmd.com, bahwa seseorang dengan tidur lebih lama, 21% lebih beresiko menjadi obesitas dibanding seseorang yang durasi tidurnya sesuai rekomendasi.

4. Mudah lupa

Seseorang yang tidur lebih lama, bisa dikatakan memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga bisa memengaruhi kinerja otak. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth Devore dari Medicine Harvard, menyatakan bahwa seseorang yang mengalami gangguan tidur (termasuk tidur yang lebih lama) >9 jam per malam, memiliki ingatan yang lebih buruk dibanding seseorang yang tidur selama 7-9 jam per malam.

Howard Lewin ketua Medical Editor Harvard Health Publishing, menjelaskan bahwa  kualitas tidur yang buruk akan meningkatkan deposit protein. Peningkatan deposit ini berhubungan dengan penurunan kemampuan mengingat dan berpikir seseorang, sehingga meningkatkan risiko demensia di masa tua.

Nah, jika kamu terbiasa melakukan kebiasaan tidur lebih lama, maka banyak risiko kesehatan yang kurang baik bagi tubuh mu! So, mulai sekarang walaupun dalam kondisi #dirumahaja tetap harus memerhatikan kualitas tidur, ya! Stay at home, and stay healthy.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.