Sahabat Sehat, kamu pasti sering mendengar istilah herd immunity saat pandemi Covid-19, namun akhir-akhir ini muncul istilah baru yaitu super-immunity. Seperti namanya, kondisi ini diduga menjadikan seseorang memiliki kekebalan lebih besar dibandingkan kondisi orang-orang pada umumnya. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini!
Bagaimana bisa terjadi?
Seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan mendapatkan vaksin mRNA cenderung memiliki sistem imun yang lebih kuat, biasanya disebut juga super-immunity atau hybrid immunity. Respon imun akan lebih kuat karena menghasilkan antibodi penetralisir virus yang lebih tinggi. Berdasarkan studi tahun 2021, super-immunity memberikan perlindungan terhadap banyak varian virus. Namun, yang perlu digarisbawahi bahwa kondisi ini ngga menunjukkan bahwa kamu kebal terhadap Covid-19.

Vaksin mRNA berisi molekul buatan yang menyerupai kode genetik virus itu sendiri, berbeda dengan vaksin konvensional yang terdiri dari virus yang dilemahkan. Contoh vaksin mRNA Covid-19 yang beredar di Indonesia diantaranya Moderna dan Pfizer.
Penelitian lain menunjukkan bahwa orang dengan super-immunity memiliki risiko tingkat infeksi 7 kali lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan vaksin saja. Perlindungan ini diperkirakan akan bertahan 6-8 bulan setelah vaksin. Sedangkan mereka yang ngga divaksin dan telah terinfeksi Covid-19 berisiko 3 kali terinfeksi ulang dibandingkan mereka yang mengalami super-immunity.
Indonesia telah mencapai super immunity?
Juru bicara vaksinasi Kemenkes menyebutkan bahwa terbentuknya super-immunity di Indonesia bisa saja terjadi. Saat ini pemerintah meyakini perlindungan masyarakat terhadap Covid-19 sudah membaik dibandingkan sebelumnya karena cakupan vaksinasi yang cukup meluas.
Hal ini bisa dilihat dari survei serologi di 100 kabupaten atau kota di Indonesia bulan November hingga Desember 2021. Dalam survei tersebut disebutkan bahwa sebanyak 86,6% penduduk Indonesia memiliki titer antibodi penyebab Covid-19. Titer antibodi merupakan jenis tes darah untuk mengetahui keberadaan dan tingkat antibodi. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia tetap harus melakukan protokol kesehatan secara ketat.
Super-immunity dan herd immunity
Herd immunity merupakann kondisi ketika pada suatu populasi telah terbentuk perlindungan terhadap penyakit menular, baik melalui vaksin atau antibodi karena infeksi yang pernah terjadi sebelumnya. Sementara super-immunity merupakan kondisi dengan perlindungan lebih akibat vaksin dan infeksi sebelumnya. Pada dasarnya, super-immunity menjadikan kondisi herd immunity lebih cepat terjadi.

Herd immunity bisa juga terjadi melalui natural immunity atau kekebalan yang terjadi karena antibodi yang terbentuk akibat infeksi Covid-19. Namun hal ini berisiko meningkatkan angka kesakitan dan kematian masyarakat. Oleh karena itu, herd immunity juga diupayakan melalui vaksinasi. Dalam beberapa kasus, herd immunity bisa terjadi saat 40% populasikebal terhadap penyakit, tapi di banyak kasus biasanya 80-95% populasi perlu kebal untuk bisa mencapai kondisi tersebut.
Kamu harus tahu, super-immunity ngga bisa dijadikan patokan seseorang kebal terhadap Covid-19. Penelitiannya pun menunjukkan risiko infeksi Covid-19 lebih rendah, bukan perlindungan mutlak. Jadi, kamu harus tetap waspada terlebih semakin banyaknya varian baru hasil mutasi Covid-19. Share informasi ini ke orang-orang di sekitar kamu!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

