Teman Sehat, setiap kali mendengar kata cokelat, pasti yang tertanam dalam pikiran kamu adalah makanan berwarna cokelat. Lalu bagaimana dengan cokelat yang berwarna putih? Mengapa bisa berbeda warna? Yuk, cari tahu lebih lanjut!
Bahan utama cokelat

Cokelat merupakan salah satu produk olahan kakao yang banyak digemari oleh masyarakat di dunia karena rasanya yang unik, aroma yang khas serta banyaknya manfaat yang terkandung di dalamnya. Kakao merupakan salah satu jenis tumbuhan yang banyak di jumpai di wilayah tropis dan dipercaya berasal dari benua amerika. Biji kakao adalah bahan utama dalam pembuatan coklat yang umumnya digunakan pula untuk membuat kue, es krim, susu dan lain-lainnya.
Kandungan kakao
Kakao merupakan sumber polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas, anti inflamasi dan antiproliferasi khususnya terhadap sel kanker. Adapun kandungan gizi dalam 1 gram kakao yaitu:
- Lemak 53%
- Asam stearate dan oleat 34%
- Karbohidrat 14%
- Tanin 8%
- Nitrogen 6%
- Pati 6%
- Air 3%
- Protein 2%
- Theobromin 2%
- Glukosa 1%
- Selulosa 1%
Proses pengolahan kakao menjadi cokelat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa cokelat dibuat dari biji kakao sebagai bahan utama. Biji tersebut akan mengalami proses pemanggangan, penggilingan, penumbukan serta penyaringan.
Sebagian biji kakao tersebut akan meleleh menjadi lemak cokelat (cocoa butter), sedangkan biji yang ngga meleleh akan hancur menjadi bubuk kokoa. Kemudian kedua bahan ini akan dicampurkan dengan bahan lainnya seperti gula, susu serta bahan lainnya untuk dicetak menjadi cokelat.
Mengapa warna cokelat berbeda-beda?

Berdasarkan komposisinya, cokelat umumnya dibedakan menjadi tiga jenis yaitu cokelat pekat (dark chocolate), cokelat susu (milk chocolate), dan cokelat putih (white chocolate). Perbedaan komposisi inilah yang menyebabkan mengapa cokelat bisa berbeda warna dan rasa.
Cokelat Pekat
Jenis cokelat ini memiliki kandungan bubuk kakao yang lebih tinggi dibandingkan gula dan komposisi lainnya. Setiap negara telah menentukan standar komposisi cokelat yang berbeda-beda, lolh!
Pemerintah Amerika Serikat menetapkan setidaknya ada 35% kandungan cokelat murni di dalam dark chocolate, sedangkan standar di Eropa menetapkan minimal 43%. Tingginya kandungan bubuk kakao pada cokelat jenis ini menyebabkan warna yang dihasilkan lebih gelap (cenderung hitam) serta rasanya lebih pahit jika dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya.
Cokelat Susu
Cokelat susu terdiri dari bubuk kakao, susu, gula, cocoa butter dan sedikit lesithin. Cokelat jenis ini komposisinya hampir sama dengan dark chocolate. Hanya saja jumlah gula yang dipakai lebih banyak dan bubuk kakao yang dipakai lebih sedikit, sehingga rasanya akan lebih manis daripada cokelat pekat. Umumnya pada cokelat jenis ini hanya menggunakan 25% bubuk kakao sebagai bahan campurannya.
Cokelat Putih
Cokelat putih merupakan jenis cokelat yang ngga mengandung bubuk kakao sebagai bahan utamanya dan hanya menggunakan cocoa butter. Cokelat putih setidaknya perlu mengandung 20% cocoa butter, 14% susu, dan sekitar 55% gula, bisa juga diberi tambahan bahan lainnya.
Komposisi inilah yang menyebabkan cokelat jenis ini memiliki warna yang lebih terang dan lebih manis jika dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya. Cokelat jenis ini biasanya dijual dengan ditambahkan dengan zat pewarna sehingga bisa menghasilkan berbagai macam warna untuk permen cokelat ataupun kue.
Nah Teman Sehat, sudah pada tahu kan kenapa produk cokelat yang beredar dipasaran memiliki warna dan rasa yang berbeda-beda. Yuk, sebarkan informasi ini, agar kamu ngga salah saat memilih cokelat. Semoga bermanfaat, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Cokelat merupakan salah satu produk olahan kakao yang banyak digemari oleh masyarakat di dunia karena rasanya yang unik, aroma yang khas serta banyaknya manfaat.,
I just came to this blog for the first time, and I am very interested in the information presented, I will come back another time,
good
nice
good, check mine S1 Film dan Animasi</a