Sahabat Sehat tentu pernah memanaskan makanan bukan? Salah satu bahan yang sering digunakan untuk memanaskan makanan adalah alumunium foil. Jenis bahan ini bisa digunakan untuk memanggang makanan. Tapi, apakah penggunaan alumunium foil aman untuk kesehatan? Mari simak ulasan berikut!
Fungsi alumunium foil

Aluminium foil atau foil timah merupakan lembaran logam aluminium setipis kertas yang banyak di jual di pasaran. Fungsi alumunium foil banyak digunakan untuk memanggang makanan, menyimpan atau membungkus makanan supaya terjaga kualitasnya. Alumunium foil tersusun dari bahan logam yang hermetis dan ngga tembus cahaya sehingga memiliki sifat proteksi yang tinggi terhadap uap air, cahaya, lemak, dan gas.
Melihat bahwa sifat alumunium foil yang tahan terhadap panas dan lebih kuat maka bahan ini lebih banyak digunakan untuk makanan dibandingkan plastik yang mudah rusak dan ngga tahan terhadap panas.
Apakah penggunaan alumunium foil baik untuk kesehatan?
Ada batasan alumunium yang bisa diterima oleh tubuh seseorang. Menurut World Health Organization (WHO), tubuh seseorang dapat menerima asupan alumunium sebanyak 1 mg/kg berat badan per harinya. Tapi setiap orang memiliki batasan yang berbeda-beda tergantung pada kemampuan tubuh dalam mengolah bahan makanan. Alumunium yang terserap ke dalam tubuh akan diproses oleh usus dan melibatkan beberapa sel tubuh manusia seperti tulang, paratiroid, dan otak.
Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa kandungan alumunium yang berlebihan dalam tubuh bisa menurunkan fungsi sel otak sehingga bisa berdampak pada penderita Alzheimer dan menyebabkan gangguan pada ginjal. Melihat bahwa kandungan efeknya yang cukup berbahaya untuk kesehatan maka kamu perlu lebih memperhatikan pengguanaan alumunium dalam pengolahan makanan.

Ternyata waktu pengolahan juga sangat berdampak pada banyaknya konsentrasi aluminium yang ada pada makanan. Hal ini dikarenakan proses pengolahan makanan terutama daging (sapi, ayam, kambing, dan unggas) menggunakan alumunium foil bisa meningkatkan konsentrasi alumunium pada daging. Ada beberapa hal yang bisa memengaruhi peningkatan jumlah alumunium saat memasak, yakni :
- Memasak dengan menggunakan suhu tinggi, semakin tinggi suhu dalam memasak, tentu penyerapan alumunium dalam makanan akan lebih banyak
- Memasak menggunakan tambahan bumbu seperti garam dan rempah-rempah
- Memasak makanan asam seperti tomat dan kubis
Kandungan alumunium pada makanan
Beberapa jenis makanan sebenarnya mengandung aluminium dalam jumlah bervariasi, tergantung dari kemampuannya dalam menyerap aluminium. Selain dari bahan pembungkus saat diolah, biasanya aluminium pada makanan berasal dari tanah tempat tumbuh, kemasan, serta bahan tambahan pangan saat pemrosesan.
Tips menggunakan alumunium foil dengan baik

Apabila kamu ingin menggunakan alumunium foil saat memasak makanan, ada beberapa tips nih supaya tetap aman.
- Gunakan api kecil atau sedang saat sedang mengolah makanan
- Jangan menggunakan alat masak yang terbuat dari alumunium
- Hindari penggunaan alumunium foil untuk bahan makanan asam
Nah, karena sudah diketahui bahwa makanan memiliki kandungan alumunium, maka ngga menjadi masalah jika kamu mendapatkan aluminium dari makanan. Tubuh sendiri hanya mampu menyerap mineral jenis ini dalam jumlah yang kecil. Tubuh akan memproses dan membuangnya melalui urin. Kamu juga bisa menggunakan tips di atas untuk mengurangi konsentrasi aluminium foil pada makanan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
