Cek Dulu sebelum Menikmati Hidangan Daging Kurban!

Masih dalam suasana Hari Raya Idul Adha nih, Teman Sehat! Menu makanan apa aja nih, yang sudah kamu santap? Sate, gulai atau tongseng? Momen makan daging kurban saat perayaan ini merupakan hal yang dinanti-nanti. Tahukah kamu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat konsumsi daging agar manfaat yang didapat lebih banyak.  Mau tahu apa saja? Let’s check it out!

Daging kaya akan zat gizi

Daging merupakan bahan pangan sumber protein yang berperan dalam proses pertumbuhan, pembentukan komponen jaringan tubuh, pengangkut dan penyimpan zat gizi, serta pembentukan antibodi. Protein menyumbangkan energi sebanyak 4 kkal/gram protein. Zat gizi mikro utama dalam daging adalah zat besi, yang berperan penting dalam pengangkutan O2 dan CO2 bersama hemoglobin dan pembentukan sel darah merah.

Makan daging enak, zat besi terserap baik

Apa yang biasa kamu minum setelah makan? Kalau teh atau kopi, sebaiknya ubah kebiasaanmu, terlebih kalau lauknya daging. Teh dan kopi memang kaya flavonoid sebagai zat antioksidan yang bagus untuk menangkal radikal bebas. Kedua minuman ini juga mengandung zat yang bisa menghambat penyerapan zat besi, yaitu tanin.

Sebenarnya, ngga semua zat besi bisa dihambat oleh zat ini. Hanya zat besi non heme atau yang terdapat pada tanaman seperti serealia, kacang-kacangan, sayuran hijau dan beberapa jenis buah-buahan. Zat besi yang terdapat pada daging tergolong zat besi heme, tapi kadarnya bisa berkurang selama proses pengolahan dan sebagiannya bisa berubah menjadi non heme. So, kalau mau minum teh atau kopi sebaiknya minimal 1 jam setelah makan agar ngga mengganggu penyerapan zat besi.

Jangan lupa temani daging kurban yang akan kamu konsumsi dengan sayur dan buah-buahan sumber vitamin C seperti kol, brokoli, kelor, tomat, kiwi, jambu biji, pepaya, mangga, jeruk manis. Vitamin C bisa membantu mengubah zat besi menjadi senyawa yang lebih mudah diserap tubuh.

Sate, kenikmatan yang perlu diwaspadai

Menu daging apa aja yang biasa kamu olah Yap, salah satunya sate. Rasanya ada yang kurang kalau kamu ngga membuat menu ini. Proses pembuatannya cukup mudah dan rasanya pun nikmat. Terlebih kalau dicocol dengan sambal kecap, makin menggugah selera!

Sate dimasak dengan cara dibakar/panggang, sehingga seringkali didapati banyak bagian daging yang gosong. Nah, bagian inilah yang berisiko mengandung zat karsinogenik berupa senyawa Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA) dan Amina Heterosiklik yang bisa meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, senyawa HPA juga akan terbentuk saat lemak menetes di atas bara api. Jadi sebisa mungkin hindari memanggang sate langsung di atas api atau gunakan alas pemanggang. Lalu, sebelum menyantap sate, pastikan sate sudah bersih dari bagian yang gosong.

Cara lain untuk mencegah bahaya zat karsinogenik adalah mengonsumsi bahan pangan kaya antioksidan. Sebenarnya, sambal kecap bisa dibilang bukan sembarang sambal, karena cabai rawit, bawang merah dan tomat yang ada di dalamnya mengandung antioksidan. Capsaicin pada cabai, likopen pada tomat dan allicin pada bawang merah, berperan sebagai antioksidan yang bisa menurunkan risiko kanker. So, kalau makan sate pakai sambal kecap jangan cuma cocol kecapnya, sebisa mungkin isinya juga.

Nah Teman Sehat, sekarang sudah tau kan, cara menikmati menu olahan daging kurban tanpa ketinggalan manfaatnya? Semoga bermanfaat dan jangan lupa di share dan komen, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *