Halo Sahabat Sehat! Menopause merupakan fase ketika secara fisiologis siklus menstruasi berhenti. Hal ini terjadi pada perempuan, menunjukkan penurunan fungsi ovarium, hormon, begitu pula organ tubuh. Menopause terjadi ketika memasuki dewasa akhir atau usia pertengahan, waktu pada tiap perempuan ngga selalu sama, biasanya pada usia 40 tahun keatas. Ada banyak tips untuk menghadapi menopause, salah satunya adalah terapi sulih hormon, apa itu? Apakah perlu?

Tanda dan Gejala Menopause
Berikut tanda dan gejala menopause, seperti frekuensi menstruasi berkurang, menstruasi bisa lebih banyak atau sedikit dari biasanya, berkeringat saat malam hari, hot flashes atau perasaan panas atau gerah pada beberapa area tubuh, vagina kering, penurunan gairah seksual, mudah lelah, dan anxiety.
Gejala tiap orang bisa berbeda-beda, berdasarkan hasil publikasi dalam Journal Midlife Health, lebih dari 85% perempuan mengalami hot flashes. Menopause terkadang juga menimbulkan persepsi negatif bahwa ‘daya tarik perempuan hilang’. Hal semacam itu patut dihilangkan ya, Sahabat Sehat! Menopause sepenuhnya normal dialami oleh perempuan.
Terapi Sulih Hormon
Berkaitan dengan kondisi fisiologis dan gejala fisik, ketika menopause estrogen dalam tubuh semakin berkurang (hipoesterogen) sehingga menimbulkan gejala menopause. Melakukan terapi sulih hormon (TSH) dapat mengurangi, atau bahkan menghilangkan tanda dan gejala yang muncul.
TSH dilakukan dengan pemberian obat seperti tibolon atau klonidin dengan dosis tertentu. Obat ini ngga hanya dikonsumsi oleh menopause usia lanjut, tetapi juga bisa untuk orang yang mengalami menopause dini. Bisa berupa estrogen saja atau kombinasi antara estrogen dan progesteron. Namun, perlu dipertimbakan juga TSH memiliki beberapa risiko, seperti kanker payudara, penyakit jantung, stroke, dan tromboemboli vena.

Enggan TSH? Coba tips ini!
Hasil studi Wulandari yang dipublikasikan dalam Jurnal Involusi Kebidanan, menyebutkan kebutuhan estrogen bisa dibantu melalui pangan alami yang mengandung senyawa fitoestrogen. Makanan apa saja? Misal, kacang kedelai, kacang mede, almon, pistachio, kacang brasil, minyak wijen, zaitun, stroberi, rasberi, dan masih banyak lagi jenis serealia, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, sayur, dan beberapa jenis minyak yang bisa kamu coba.
Terapi sulih hormon bisa kamu lakukan jika kamu merasa ngga nyaman gejala dan tanda yang muncul ketika mengalami menopause. Bagaimana jika ngga melakukan terapi ini? Boleh saja, terapi ini memang direkomendasikan tetapi tidak wajib, dan tetap pertimbangkan indikasi dan risikonya. Jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter ya, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
