Halo Sahabat Sehat! Gula sering dijumpai sebagai bahan penambah cita rasa manis di setiap produk makanan dan minuman. Lantas, bagaimana tubuh mampu mengendalikan konsumsi gula setiap harinya? Beredar kabar bahwa tubuh diketahui memiliki kemampuan membedakan antara gula alami dan pemanis buatan, loh!
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti, Diego Bohorquez, berasal dari School of Medicine Duke University telah mengidentifikasi sel-sel dalam usus manusia yang dilaporkan lebih memilih gula alami (glukosa, sukrosa, fruktosa) dibanding pengganti gula (sukralosa, asesulfame, dan sakarin). Studi ini melibatkan hewan coba, yaitu tikus dengan cara menghilangkan indera perasanya.
Tahukah Sahabat Sehat, bahwa sel yang ditemukan ini termasuk dalam Gut Brain Axis, loh! Apakah itu? Kenalan yuk dengan sel ini!

Apa itu gut brain axis?
Gut brain axis atau sumbu pencernaan-otak adalah sebuah istilah yang digunakan dalam komunikasi antar otak dan saluran penernaan yang saling terhubung. Telah banyak studi yang meneliti tentang keterkaitan hingga pengaruh otak terhadap pencernaan maupun sebaliknya.
Sama halnya dengan sel yang ditemukan, bernama neuropod, yang berkomunikasi secara dua arah antara usus yang ada dalam saluran pencernaan dan saraf yang ada di otak.
Mengenali peranan sel neuropod dalam tubuh
Neuropod merupakan sekelompok sel yang ada di usus yang mengubah sinyal sensorik dari lingkungan usus ke otak, melalui saraf vagus. Awalnya sel ini disebut dengan sel enteroendokrin karena kemampuannya dalam mengeluarkan hormon. Namun, ternyata sel ini bisa berhubungan secara langsung dengan sel saraf yang ada di otak dengan cepat.

Sel neuropod diketahui juga bisa menghasilkan zat kimia yang bermanfaat sebagai pembawa pesan antar sel saraf hanya dalam hitungan milidetik. Proses bekerja sel ini yaitu mengenali jejak rasa manis yang berasal dari gula alami dan buatan, melalui pelepasan zat kimia (neurotransmitter) tersebut yang berjalan masuk ke dalam sel saraf vagus hingga akhirnya bisa mengetahui perbedaan antara gula alami dan pemanis sintetis.
Hewan coba yang digunakan oleh Diego Bohorquez dalam studinya, menunjukkan bahwa gula asli dan buatan menghasilkan neurotransmitter yang berbeda yaitu glutamat (gula alami) dan ATP (gula buatan). Indera pengecap pada lidah yang dibuat ngga berasa pada penelitian ini, sel neuropod nyatanya tetap bekerja memilih gula yang ingin dicerna.
Sahabat Sehat, studi ini bisa mengawali suatu pemahaman terhadap bagaimana tubuh mengelola keinginan mengonsumsi gula. Wawasan dan ilmu pengetahuan terkini bisa membantu kamu untuk lebih produktif kedepannya!
Referensi
Biocompare. 2022. Neuropod Cells Help the Gut Sense Sugar. https://www.biocompare.com/Life-Science-News/582631-Neuropod-Cells-Help-the-Gut-Sense-Sugar/. Diakses 24 Juni 2022
Kaelberer MM, et al. 2020. Neuropod Cells: Emerging Biology of the Gut-Brain Sensory Transduction. Annu Rev Neurosci. Diakses 24 Juni 2022
Aninews. 2022. Study finds that gut can sense the difference between real sugar and artificial sweetener. https://www.aninews.in/news/health/study-finds-that-gut-can-sense-the-difference-between-real-sugar-and-artificial-sweetener20220117173308/. Diakses 24 Juni 2022
Maulana IF. 2022. Gut-Brain Axis, Saat Pencernaan dan Otak Saling Terhubung. https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/gut-brain-axis/. Diakses 24 Juni 2022
