
Sahabat Sehat, bunga memegang peranan kuat dalam hidup manusia baik dalam kehidupan sosial, ekonomi maupun aestetik. Dalam dunia kuliner bunga tidak hanya digunakan sebagai garnish, tetapi merambah sebagai ingredien yang kemudian dikenal sebagai edible flower.
Apa itu edible flowers?
Edible flowers didefinisikan sebagai bunga yang aman untuk dikonsumsi. Bunga-bunga ini dapat dikonsumsi sebagai sayuran, digunakan sebagai jamu dan modifikasi pangan lainnya. Edible flowers sendiri telah menjadi bagian kuliner di berbagai regional di dunia, seperti masakan Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Keberadaan edible flowers semakin populer seiring berkembangnya penelitian terkait kandungan gizi, manfaat sebagai obat dan penunjang estetika dalam high class cuisine.
Pemanfaatan dan Kuliner Edible Flowers
Dengan rasa, tekstur dan warna kuat dan unik, edible flowers menjadi bahan kreatif dan inovatif dunia kuliner. Dalam pemanfaatannya edible flowers digunakan untuk menambah aroma, cita rasa dan warna, serta garnish. Edible flowers bisa dimakan sebagai bagian dari hidangan utama atau pelengkap salad.
Bunga dapat ditambahkan ke minuman sebagai perasa, dan campuran minuman seperti tisanes dan wines. Edible flowers ditambahkan ke olesan seperti mentega atau manisan buah, dan cuka, bumbu perendam, dan saus.
Selain dalam bentuk segar, edible flowers juga banyak yang diawetkan untuk penggunaan di masa mendatang. Metode pengawetan seperti pengeringan, pembekuan, atau perendaman dalam minyak. Edible flowers varietas Rosa spp. digunakan orang Romawi kuno sebagai ingredient dan bumbu, sedangkan Calendula officinalis menjadi bahan untuk salad di Prancis kuno. Contoh penggunaan lain adalah bunga Taraxacum officinale dan Sambucus nigra dalam salad dan minuman dan Biola odorata digunakan sebagai pewarna gula.

Bagian Layak Konsumsi Edible Flowers
Bagian bunga yang dapat dikonsumsi, yakni batang, kelopak bunga, dan putik. Secara umum, bunga yang dapat dimakan utuh, tapi tergantung pada spesies bunganya, hanya beberapa bagian yang boleh dikonsumsi. Misalnya hanya kelopak bunga Tulipa, Krisan, Rosa spp. atau kuncup bunga aster (Bellis perenis) atau nasturtium taman (T. majus) dikonsumsi. Selain itu, pada sebagian bunga ada beberapa bagian yang perlu dibuang untuk menghilangkan rasa pahit. Sebagai contoh bagian putih dari bunga mawar dan pangkal kelopak bunga krisan.
Kandungan Gizi Edible Flowers
Kandungan serbuk sari bunga merupakan karakteristik paling signifikan mengingat komposisi kimianya. Serbuk sari mengandung protein, asam amino, karbohidrat, karotenoid, dan flavonoid. Bunga mengandung fruktosa, glukosa, sukrosa, minyak anorganik, dan zat fenolik. Kelopak berwarna bunga kaya vitamin C, A, dan E, antioksidan, dan mineral.
Penelitian pada 12 edible flowers (termasuk begonia, krisan, velvet, nasturtium, mawar dan bunga violet) ditemukan total kapasitas antioksidan pada kelopak sebesar 4,21-6,89 (g asam askorbat/kg berat segar), total fenol 2,53-5,28 (g asam galat/kg berat segar) dan total flavonoid 1,35-2,04 (g/kg berat segar).
Kandungan elemen makro-mikro dinyatakan dalam g/kg berat segar diperoleh fosfor 215,46-534,48, kalium 1,96-3,80, kalsium 239,10-491,89, magnesium, 105,26-205,19; natrium 74,28-131,97, zat besi 2,65-9,83, mangan 2,29-7,93; tembaga 0,89-2,70; seng 4,90-13,29 dan molybdenum 0,29-0,84. Berat bahan kering bunga 9,57-14.75% dan protein kasar sebesar 2,41-6,89 (g/kg berat segar). Penelitian lain menyebutkan kelopak Rose hybrida cv. Noblered mengandung vitamin C dan E, antosianin, antioksidan, karoten dan fenol.
Sahabat Sehat, pernahkah kamu mengonsumsi edible flowers dan bunga apa itu?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
