Sahabat Sehat, drama dan film Korea mendapatkan popularitas luar biasa dalam beberapa tahun ini dan memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Selain sebagai hiburan, ternyata menonton drama Korea bisa membawa efek positif bagi kesehatan mental.

Daya Tarik K-Drama
Drama Korea dan musik pop, tetapi khususnya K-Drama, menawarkan versi masyarakat yang tetap memegang tradisi dan nilai sosial di tengah modernisasi dan perkembangan ekonomi Korea Selatan yang maju. Faktor lain yang menjadi daya tarik adalah aktor aktris yang memiliki wajah dan proporsi yang dianggap sempurna, menonjolkan aspek budaya yang kental, bahasa yang sopan, pakaian yang stylish dan kuliner Korea Selatan yang menggiurkan. Alasan tersebutlah yang menjadi daya tarik bagi para penggemar K-Drama.
Efek Positif K-Drama bagi Kesehatan Mental
Salah satu manfaat yang digadang K-Drama adalah mengurangi risiko stress. Manfaat lainnya adalah menyediakan sarana melatih mental dan mengaktivasi kerja otak. Saat menonton drama, otak akan membayangkan kemungkinan skenario dan adegan dalam drama. Imajinasi ini baik untuk menstimulasi otak. Selain itu meningkatkan kesehatan otak karena membuatnya tetap aktif.
menonton K-Drama juga bermanfaat untuk meningkatkan memori. Seseorang akan berusaha mengingat kejadian dan karakter dari episode sebelumnya. Area memori hipokampus bekerja untuk memvisualisasi karakter dan adegan yang ditampilkan.
K-Drama juga bermanfaat untuk menstimulasi kesadaran kognitif dan meningkatkan fokus. Ketika menonton drama, fokus akan tertuju pada karakter dan adegan sehingga meningkatkan konsentrasi dan fokus.
Daya imajinasi akan semakin terarah karena sering kali penonton akan membayangkan skenario atau alternative ending yang menurut mereka lebih pas. K-Drama juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk mereduksi depresi. Hal ini dikaitkan dengan produksi serotonin dan dopamin saat menontonnya.

Bagaimana dengan Efek Negatifnya?
Terlepas dari banyaknya efek positif K-Drama, perlu dipertimbangkan pula efek negatif yang mungkin diakibatkan oleh menonton K-Drama. Misalnya, berpotensi untuk membuat penontonnya kecanduan, hingga muncul istilah K-Drama addiction and obsession. Penonton bisa saja terobsesi dengan drama ataupun pemain drama. Ketika masuk tahap obsesi, seseorang akan sulit untuk memikirkan hal lain dan berefek pada kondisi emosi dan mengganggu aktivitas harian.
Efek negatif lainnya adalah melupakan sekitar. Dikarenakan menonton K-Drama sudah menjadi prioritas utamanya, berinteraksi dengan orang lain termasuk keluarga menjadi dikesampingkan. Bila terjadi terus menerus maka kondisi ini bisa mempengaruhi interaksi dan hubungan sosial.
Menonton K-Drama, apalagi binge-watching, seringkali berpengaruh pada kualitas tidur. Keasyikan menonton akan membuat penonton bersedia untuk tidur terlambat sehingga waktu tidur berkurang. Kebiasaan ini dapat menurunkan resistensi tubuh dan meningkatkan risiko kesehatan. Beberapa ancaman itu yakni, tingginya tekanan darah, anxiety hingga depresi.
Sahabat Sehat, ngga bisa dipungkiri kalau K-Drama sudah menjadi bagian hidup banyak orang. Bila kamu salah satunya, bertindaklah secara bijak sebagai fans K-Drama. Pastikan kamu tetap beraktiitas dengan produktif, tidur dan istirahat cukup, serta berinteraksi dengan orang sekitar. Semoga kamu bisa memetik manfaat K-Drama dan dijauhkan dari adiksi.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
