Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa mangrove tak hanya berfungsi melawan abrasi, tapi juga bisa diolah menjadi produk pangan? Salah satu produk olahan pangan dari mangrove adalah manisan kandeka.
Mengenal Kandeka
Kandeka atau putut (Bruguiera gymnorhiza) adalah sejenis perdu penghuni hutan mangrove dan merupakan anggota suku Rhizophoraceae. Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama lokal, diantaranya putut, tumu (Riau), kandeka (Betawi), tongke (Ambon), dan tanjang (Jawa). Tidak ada spesies mangrove lain dari keluarga Bruguiera yang memiliki daun sebesar Bruguiera gymnorhiza, sehingga tanaman ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “Large-Leafed Orange Mangrove”.

Pohon kandeka memiliki tinggi dari 15-30 meter, dengan pepagan berwarna abu coklat. Karakteristik lain kandeka adalah bunga soliter sepanjang 9-25 mm di ketiak daun yang menggantung pada tangkai. Buah melingkar spiral, bundar melintang dengan besar antara 2-2,5 cm.
Pemanfaatan Kandeka
Kayu Bruguiera gymnorhiza memiliki kepadatan yang sangat tinggi sehingga cocok untuk tiang pondasi, tiang rumah, lantai, lemari dan furnitur. Kulit pohon dapat dibubukkan dan digunakan untuk persiapan tuba, minuman beralkohol asli Filipina yang terbuat dari getah kelapa. Bruguiera gymnorhiza juga digunakan sebagai sumber pewarna untuk jala, tali, layar dan pakaian. Bagian dalam hipokotil dari Bruguiera gymnorhiza dapat diolah menjadi manisan kandeka. Hipokotil adalah batang dari kecambah, ditemukan di bawah kotiledon atau daun biji.
B. gymnorhiza adalah salah satu dari banyak jenis mangrove yang digunakan sebagai sumber makanan. Buah, daun, dan biji terkupasnya bisa dikonsumsi. Buah mangrove yang berkecambah (propagul), bahkan telah dijadikan sebagai cadangan makanan di Papua New Guinea setelah direndam dan direbus. Propagul juga dikonsumsi di India, Bangladesh, dan negara Asia Tenggara lainnya. Di Melanesia dan Nauru, propagul dikerok atau diparut, dicuci, dikeringkan dan dimasak dengan campuran kelapa.

Kandungan Gizi
Salah satu penelitian dalam International Food Research Journal menunjukkan bahwa kandungan gizi buah kandeka terdiri dari 4,82% protein, amilosa 14,23%, lemak 0,24%, 7,46% serat kasar. Pati hipokotil mengandung 10,85% sukrosa, 3,31% protein, 4,65-5,65% abu, 0,89% lemak, 1,40 % serat kasar, 57,2 1 % – 73,19 % tinggi pati dan 31,45% kandungan amilosa.
Resep Manisan Kandeka
Manisan kandeka dapat dibuat dari bagian dalam hipokotil. Resep sederhana manisan kandeka adalah 500 gram bagian dalam hipokotil, 5 buah cabai merah, 3 buah cabai rawit, 100 g gula, ½ sdm garam, dan ½ sdm asam jawa. Bila suka, Sahabat Sehat bisa menambahkan ½ bungkus terasi.
Langkah pembuatannya dimulai dengan merebus cabai, kemudian blender bersama terasi. Kandeka yang sudah dipotong-potong dicampur dengan siraman cabai. Kemudian, tambahkan gula, garam, dan asam jawa. Tambahkan air panas secukupnya, dinginkan dan simpan di kulkas 2 jam. Manisan ini sudah siap santap dan lebih enak bila disajikan dingin.
Sahabat Sehat, tertarik buat mencoba manisan kandeka?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
