Sahabat Sehat tau ngga? Picky eater atau pemilihan makanan yang ketat pada anak adalah perilaku yang umum terjadi pada anak-anak. Kebiasaan ini ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk makan makanan tertentu atau menolak makanan yang tidak dikenal. Picky eater pada anak dapat menjadi masalah bagi orang tua karena dapat menyebabkan kekurangan zat gizi dan pertumbuhan yang buruk. Lebih lengkapnya, yuk simak artikel di bawah.

Penyebab Picky Eater pada Anak
Anak yang mengalami kesulitan makan awal, seperti kesulitan menyusui atau makan makanan padat, dapat mengalami picky eater di kemudian hari karena tekanan atau paksaan untuk mengonsumsi makanan tertentu membuat mereka merasa tidak nyaman dan menolak makanan tersebut. Selain itu, anak yang hanya diberikan pilihan makanan terbatas juga dapat mengalami hal tersebut karena mereka tidak terbiasa dengan makanan yang berbeda. Beberapa anak mungkin juga tidak nyaman dengan tekstur makanan tertentu, seperti makanan yang terlalu lembut atau terlalu keras.
Dampak Picky Eater pada Anak
Pemilihan makanan yang ketat pada anak dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan anak. Anak yang memiliki kebiasaan tersebut dapat mengalami kekurangan zat gizi karena tidak makan makanan yang seimbang, sehingga mengakibatkan pertumbuhan yang buruk dan munculnya masalah kesehatan seperti anemia, kekurangan vitamin, dan masalah pencernaan.

Cara Mengatasi Picky Eater pada Anak
Supaya hal ini ngga terjadi, Sahabat Sehat bisa mencoba beberapa cara. Salah satunya dnegan memberikan pilihan makanan yang sehat dan beragam seperti bubur nasi dengan sayuran dan daging, sehingga anak terbiasa dengan makanan yang berbeda. Hindari memberikan tekanan pada anak untuk makan makanan tertentu. Ajak anak untuk memasak bersama, sehingga mereka merasa lebih terlibat dalam memilih makanan. Selain itu, berikan contoh yang baik dengan memakan makanan yang sehat dan beragam.
Picky eater pada anak adalah perilaku yang umum terjadi pada anak-anak. sikap tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesulitan makan awal, tekanan untuk makan, pilihan makanan yang terbatas, dan ketidaknyamanan dengan tekstur makanan. Picky eater pada anak dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan anak, seperti kekurangan zat gizi, pertumbuhan yang buruk, dan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi kebiasaan buruk tsersebut memberikan pilihan makanan yang sehat, menghindari tekanan untuk makan, mengajak anak untuk memasak, dan memberikan contoh yang baik.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
