Sahabat Sehat, apakah kamu penggemar jus alpukat? Campuran jus alpukat dan susu cokelat menghasilkan perpaduan minuman yang nikmat dan menjadi favorit banyak orang. Selain dijadikan jus, buah yang rasanya sedikit manis ini dapat dimakan langsung atau diolah jadi menu lain. Manfaat kesehatan alpukat yang beragam dapat dioptimalkan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Kandungan Gizi dan Manfaat Alpukat
Alpukat terkenal sebagai sumber asam lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Asam lemak sehat meningkatkan imunitas tubuh dan menurunkan berat badan karena mudah diubah menjadi energi. Mengonsumsi lemak sehat juga dapat memperlambat pemecahan karbohidrat, sehingga menjaga kestabilan gula darah.

Alpukat juga memiliki kandungan vitamin K yang berperan dalam mencegah osteoporosis. Kandungan seratnya pun tinggi, sekitar 6 sampai 7 gram setiap ½ buah, sehingga mencegah sembelit dan menyehatkan saluran cerna.
Kandungan asam folat dan vitamin B6 menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung. Terdapat pula kandunagn lutein dan zeaxanthin di dalamnya yang mampu menjaga kesehatan mata.
Bukan Pakai Sendok, Inilah Cara Mengambil Daging Alpukat
Biasanya orang menggunakan sendok untuk mengambil daging alpukat. Ini tidak salah, namun daging buah yang dekat dengan kulit dan kaya gizi akan terbuang. Cara ini dinilai kurang tepat oleh American Chemical Society karena gizi tidak sepenuhnya masuk ke dalam tubuh.
Cara agar bagian tersebut ikut dikonsumsi adalah memilih alpukat yang benar-benar matang yaitu kulitnya gelap. Potong alpukat menjadi dua bagian, kemudian buang bijinya. Potongan tersebut dipotong lagi menjadi dua, sehingga total punya empat bagian. Perlahan, lepas kulit alpukat dari dagingnya.
Hilangkan Bagian Alpukat yang Bergelombang
Dilansir dari laman Klik Dokter, dr. Dyah Novita Anggraini memaparkan bahwa tekstur bergelombang di bagian luar alpukat rentan membuat bakteri atau unsur kimiawi berbahaya berkumpul di sana. Bagian bergelombang tersebut harus dipangkas untuk menghindari paparan bakteri atau racun.
Cuci Sebelum Dimakan
Lembaga Food Drug Administration (FDA) menyarankan mencuci alpukat sebelum dikonsumsi agar residu akibat paparan pestisida di kulit alpukat bisa hilang dan tidak meresap ke daging buah. Selain itu, membilas alpukat sebelum dikonsumsi juga bisa meminimalisasi kontaminasi bakteri patogen yang menyebabkan infeksi serius, seperti Salmonella dan Listeria monocytogenes. Selain buahnya, Sahabat Sehat juga perlu mencuci tangan dan alat pemotong buah sampai bersih sebelum digunakan.

Olah Alpukat Menjadi Menu Sehat
Selain jus, ada beragam menu sehat berbahan alpukat yang bisa dicobat, misalnya dengan membuat smoothies. Cara membuatnya gampang, campurkan alpukat dan yoghurt, kemudian di-blender. Setelah halus, masukkan garam dan perasan lemon. Kamu juga bisa tambahkan madu untuk memberi rasa manis.
Alpukat bisanya juga sering diolah menjadi campuran salad buah. Selain itu, kamu bisa membuat menu sandwich yang mengenyangkan dengan menambahkan alpukat dan telur rebus dalam roti.
Menu berikutnya adalah makaroni alpukat. Cara membuatnya dengan merebus empat cangkir air yang diberi garam dengan api sedang. Tunggu sampai mendidih dan masukkan makaroni. Sambil menunggu makaroni matang, buatlah saus krim alpukat. Hangatkan susu dan minyak kelapa dalam panci dengan api kecil, kemudian aduk merata. Masukkan gula, mustard, kunyit, paprika, dan bubuk bawang. Setelah matang, matikan api. Masukkan alpukat dan perasan lemon. Campurkan semua bahan krim ke dalam blender, tambahkan garam dan lada. Sajikan makaroni dengan siraman saus krim alpukat.
Bagaimana? Menarik, bukan? Itulah kiat sehat andalan yang bisa kamu lakukan buat mendapatkan manfaat alpukat. Sahabat Sehat bisa pilih ingin makan alpukat dengan cara apa, asalkan diolah dengan baik dan bersih.
