Gula alkohol (poliol) menjadi salah satu alternatif pengganti gula untuk mencegah risiko gangguan konsumsi gula berlebihan. Berbagai manfaat gula alkohol dapat Sahabat Sehat cek di sini ya. Tapi, apakah Sahabat Sehat tau apa saja sih jenis gula alkohol? Yuk, kenali gula alkohol dengan mengetahui beberapa jenis gula alkohol yang akan di bahas dalam tulisan ini!

Perbedaan Gula Alkohol dengan Gula
Gula alkohol berbeda dengan gula dalam berbagai hal. Poliol tidak sepenuhnya dicerna dan diserap dalam tubuh, sehingga tidak memberikan lonjakan kadar gula dalam darah. Tidak terserapnya poliol dengan baik menyebabkan hormon insulin hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, bahkan tidak dibutuhkan sama sekali untuk metabolisme poliol. Selain itu, poliol juga menghasilkan lebih sedikit kalori per gram daripada gula biasa. Jika ditinjau dari segi rasa, beberapa jenis poliol memiliki tingkat rasa manis yang lebih rendah dibandingkan dengan gula, kecuali maltitol dan xylitol. Xylitol juga memiliki rasa mint atau dingin di mulut.
Jenis-jenis Gula Alkohol
Gula alkohol dapat ditemukan pada beberapa bahan pangan. Selain itu, gula alkohol juga dapat diproduksi dalam skala industri untuk diaplikasikan pada produk pangan dan farmasi. Beberapa jenis poliol yaitu sorbitol, manitol, maltitol, erythritol, xylitol, isomalt, dan laktitol. Tulisan ini akan difokuskan pada pembahasan sorbitol, manitol, dan maltitol.
Sorbitol
Sorbitol ditemukan secara alami dalam beberapa buah. Sorbitol dibuat dari dekstrosa dari tepung jagung saat akan digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Sorbitol mengandung sekitar dua pertiga kalori dari gula meja dan memberikan sekitar 60% rasa manis. Selain memiliki manfaat poliol secara umum, sorbitol juga dapat digunakan sebagai pencahar untuk mengatasi sembelit. Sorbitol bersifat hiperosmotik, yang berarti mampu menarik air ke dalam usus besar dari jaringan di sekitarnya untuk memperlancar buang air besar.

Manitol
Manitol mengandung sekitar 60% kalori lebih sedikit daripada gula dengan tingkat kemanisan setengah kali lebih manis. Sahabat Sehat dapat menjumpai manitol secara alami pada jamur segar, ganggang coklat, dan sebagian besar buah serta sayuran. Manitol juga dapat diproduksi secara komersial menggunakan fruktosa dari tepung jagung. Manitol komersial biasanya digunakan dalam pelapis cokelat dan permen karet.
Maltitol
Gula mengandung sekitar 4 kalori per gram, sedangkan maltitol hanya mengandung 2,1 kalori. Maltitol mengandung hampir setengah kalori dari gula. Maltitol banyak digunakan untuk membuat makanan ringan karena memiliki 90% tingkat kemanisan gula. Maltitol komersial dibuat menggunakan maltosa dari tepung jagung.
Efek Negatif Konsumsi Gula Alkohol
Mengonsumsi poliol dalam jumlah besar tetap tidak disarankan ya Sahabat Sehat, meskipun gula alkohol memiliki manfaat yang cukup banyak. Konsumsi poliol berlebihan dapat menyebabkan kembung dan diare pada sebagian orang, terutama jika Sahabat Sehat tidak terbiasa mengonsumsinya secara teratur.
Konsumsi poliol memiliki manfaat untuk mengurangi risiko dari konsumsi gula meja. Namun, Sahabat Sehat tetap harus memperhatikan frekuensi konsumsinya ya, agar manfaat gula alkohol dapat diperoleh tanpa adanya risiko gangguan sistem pencernaan! Salam sehat!
