Sahabat Sehat sudah akrab dengan istilah angkringan? Betul, angkringan merupakan salah satu ikon kuliner khas yang sering dijumpai di berbagai sudut kota dan menjadi favorit banyak orang karena kehangatan suasananya. Penjual angkringan menjajakan makanannya menggunakan gerobak dengan meja kursi sederhana atau lesehan.
Sementara itu, di balik nikmatnya menu angkringan, makan yang tidak terkontrol dapat
membawa risiko bagi kesehatan. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah penyakit jantung koroner, erat kaitannya dengan pola makan tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan kurangnya asupan serat. Angkringan bisa menjadi pilihan untuk tempat bersantai bersama kerabat maupun keluarga tanpa khawatir risiko jantung koroner dengan beberapa tips berikut.

Pilih Makanan Rendah Lemak
Batasi gorengan seperti tempe mendoan atau bakwan, dan sate kulit, dan jeroan seperti
sate usus dan hati ampela. Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, terutama yang diolah lagi menggunakan minyak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh dan berpotensi menyumbat pembuluh darah serta menimbulkan penyakit jantung koroner. Sahabat Sehat bisa pilih nasi kucing, tahu atau tempe bacem (tanpa digoreng ulang) dan sate telur atau jamur dengan sedikit bumbu.
Batasi Konsumsi Tinggi Garam dan Gula
Makanan tinggi garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh darah dan memicu peradangan, serta penyempitan pembuluh darah akibat plak. Sahabat Sehat dapat memilih lauk yang dipanggang, seperti ayam bakar bagian dada. Jika menyantap hidangan berkuah atau sambal, minta untuk disajikan secara terpisah dan makan secukupnya agar tidak mengonsumsi terlalu banyak garam tersembunyi.

Sama halnya dengan garam, konsumsi gula juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Sahabat Sehat bisa untuk memilih minuman dengan sedikit atau tanpa gula sama sekali. Kalau memang suka yang manis, porsinya bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Misalnya, minta teh manis dengan setengah sendok makan gula, atau coba minuman herbal tanpa tambahan gula, seperti wedang jahe dan jeruk peras. Asupan gula terlalu banyak juga menyebabkan obesitas dan resistensi insulin yang mengarah pada diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner.
Perbanyak Serat dari Sayuran dan Buah
Serat dapat mengurangi risiko penyakit jantung kroner karena efektif menurunkan kadar kolesterol dan LDL dalam darah. Sahabat Sehat dapat memilih menu angkringan dengan sayur atau lalapan yang tersedia. Jika memungkinkan, bawa tambahan sayur rebus atau lalapan dari rumah. Kebutuhan serat bisa juga dipenuhi di waktu makan yang lain. Jatah serat untuk makan malam bisa dikonsumsi saat pagi atau siang, dan bisa dijadikan selingan seperti jus kombinasi sayur buah.
Kontrol Jam Makan
Jam makan malam sebaiknya 3 hingga 4 jam sebelum tidur agar saluran pencernaan kamu punya waktu buat mencerna sebelum akhirnya ikut beristirahat. Kalau makan malam terlambat atau terlalu malam (late dinner), bisa berisiko kelebihan berat badan, obesitas, kadar kolesterol yang tidak normal di dalam darah), dan gula darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan makan malam di awal waktu. Hal-hal ini merupakan faktor risiko dari penyakit jantung koroner.
Nongkrong asyik di angkringan masih bisa dilakukan sambil menjaga kesehatan jantung, asal hanya sesekali dan tidak dijadikan kebiasaan makan sehari-hari. Sahabat Sehat, ayo cintai kesehatan jantung dengan tetap konsisten atur pola makan dari hal-hal kecil. Stay healthy and happy!
Ditulis Oleh:
Justine Gian Semira, S.Gz
Penulis merupakan lulusan S1 Ilmu Gizi IPB University
dan saat ini sedang menempuh Pendidikan Profesi
Dietisien di IPB University
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

