Kenapa Jantung Butuh Sayur dan Buah?

World Health Organization (WHO) menyebutkan penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Berdasarkan data Kemenkes 2023, PJK menjadi momok yang menempati peringkat teratas penyebab kematian. Namun, tahukah Sahabat Sehat bahwa kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi sayur dan buah setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan jantung?

Menurut Kementerian Kesehatan dan berbagai penelitian, sayur dan buah kaya akan serat yang bermanfaat besar untuk mencegah penyakit jantung. Serat adalah komponen karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna tubuh, namun memiliki peran penting bagi kesehatan. Terdapat dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut dapat ditemukan dalam oatmeal, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Sedangkan serat tidak larut terdapat dalam sayuran hijau dan biji-bijian.

Foto: Freepik

Kedua jenis serat memiliki peran masing-masing dan dikenal sebagai “teman baik” untuk sistem pencernaan. Namun, manfaatnya tidak berhenti di sana. Serat memainkan peran besar dalam menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, hingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Yuk, ulik lebih dalam apa saja manfaat serat untuk jantung!

Apa Saja Manfaat Serat untuk Jantung?

Menurunkan Kolesterol dan LDL

Penelitian yang dilakukan di USA pada 2019 menunjukkan serat larut mampu mengikat kolesterol di usus dan menghambat penyerapannya sehingga mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Penurunan LDL ini dapat mencegah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dinding arteri yang menjadi penyebab utama PJK.

Meningkatkan Mikrobiota Baik

Fermentasi serat larut di usus menghasilkan asam lemak rantai pendek dan meningkatkan mikrobiota seperti streptococcus dan collinsella yang memiliki efek anti-inflamasi. Nah, keduanya sangat bermanfaat untuk tubuh, yaitu untuk mengurangi pembentukan plak aterosklerotik dengan menghambat peradangan lokal di pembuluh darah.

Foto: Freepik

Mengontrol Berat Badan

Serat tidak larut, seperti yang ada pada sayuran hijau dan gandum utuh, dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama (satiating). Maka, dapat membantu Sahabat Sehat membatasi porsi makan dalam sehari. Hal ini membantu mencegah obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko utama PJK.

Kandungan Flavonoid dalam Buah dan Sayur

Ketika Sahabat Sehat mengonsumsi sayur dan buah, selain serat, terdapat flavonoid yang ikut masuk kedalam tubuh. Flavonoid terbukti mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa asupan flavonoid yang tinggi dapat mengurangi risiko PJK.

Jantung adalah pusat kehidupan. Menjaga kesehatan jantung adalah investasi terbaik untuk masa depan Sahabat Sehat. Langkah kecil seperti menambahkan lebih banyak sayur dan buah ke dalam menu harian dapat menjadi perlindungan besar terhadap risiko penyakit jantung. Jadi, mulailah dari sekarang karena kesehatan jantung merupakan kunci hidup yang lebih panjang dan berkualitas!

Ditulis Oleh:

Salma Chalisha, S.Gz
S1 Gizi Universitas Airlangga, Mahasiswa
Profesi Dietisien IPB University

 

 

Referensi

Candela M, Biagi E, Soverini M, Consolandi C, Quercia S, Severgnini M, Peano C, Turroni S, Rampelli S, Pozzilli P, Pianesi M, Fallucca F, Brigidi P. 2016. Modulation of gut microbiota dysbioses in type 2 diabetic patients by macrobiotic Ma-Pi 2 diet. Br J Nutr;116(1):80-93. doi: 10.1017/S0007114516001045. Epub 2016 May 6. PMID: 27151248; PMCID: PMC4894062.

Liu X, Wu Y, Li F, Zhang D. 2015. Dietary fiber intake reduces risk of inflammatory
bowel disease: result from a meta-analysis. Nutr Res;35(9):753-8. doi:
10.1016/j.nutres.2015.05.021. Epub 2015 Jun 3. PMID: 26126709.

Martins D, Silva C, Ferreira AC, Dourado S, Albuquerque A, Saraiva F, Batista AB, Castro P, Leite-Moreira A, Barros AS, Miranda IM. 2024. Unravelling the Gut Microbiome Role in Cardiovascular Disease: A Systematic Review and a Meta-Analysis. Biomolecules. 20;14(6):731. doi: 10.3390/biom14060731. PMID:
38927134; PMCID: PMC11201797.

Ruhee, R.T., 2018. Dietary fiber and its effect on obesity: A review article. Advances in
Medical Research, 01 (01)

Soliman GA. Dietary Fiber, Atherosclerosis, and Cardiovascular Disease. Nutrients. 2019 May 23;11(5):1155. doi: 10.3390/nu11051155. PMID: 31126110; PMCID:
PMC6566984.

Qi-Zhang Li, Zan-Wen Zuo & Yan Liu. 2023. Recent status of sesaminol and its glucosides: Synthesis, metabolism, and biological activities. Critical Reviews in Food
Science and Nutrition 63:33, pages 12043-12056.

Waddell IS, Orfila C. 2023. Dietary fiber in the prevention of obesity and obesity-related
chronic diseases: From epidemiological evidence to potential molecular mechanisms.
Crit Rev Food Sci Nutr;63(27):8752-8767. doi: 10.1080/10408398.2022.2061909.
Epub 2022 Apr 26. PMID: 35471164.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.