Adakah Kain Eco-friendly?

kain eco-friendly
Foto: Pexels.com

Sahabat Sehat, industri fashion berkembang sangat pesat dan tren fashion yang silih berganti cenderung mendorong seseorang untuk membeli pakaian mengikuti tren. Mungkin kamu sudah cukup familiar dengan kemasan ramah lingkungan, tapi bagaimana dengan kain? Adakah yang eco-friendly?

Pembagian jenis kain

Kain bisa dibedakan menjadi dua dari jenis serat yang digunakan, yakni plastik dan alami. Jenis kain serat plastik seperti polyester, acrylic, nylon, spandex, organza dan tafetta akan melepaskan serat mikrofiber atau serat sintetis yang sangat halus saat proses pencucian. Mikrofiber ini dapat mencemari ekosistem perairan, karena memerlukan waktu sangat lama untuk terurai yakni sekitar 20-250 tahun.

Kain jenis kedua adalah kain organik. Kain organik memiliki berbagai ragam seperti linen dan katun organik dari bahan tumbuhan, silk dari ulat sutera, viscose dari serat bambu, rayon dari selulosa kayu dan wol dari bulu binatang. Kain organik eco-friendly merupakan kain organik yang masuk klasifikasi 100% natural fiber. Kain jenis ini memerlukan waktu sekitar 5 bulan untuk terurai.

Cara membedakan bahan pakaian

Sebagai konsumen terkadang kamu ngga mengetahui jenis kain yang dipakai. Sering kali mungkin kamu hanya tahu sebatas merasakan kainnya panas atau tidak, lembut atau kasar dan penilaian fisik lainnya. Bila ingin mengetahui bahan pakaian atau kain yang digunakan, kamu bisa melakukan dua cara berikut:

Proses pembakaran

Kmau bisa melakukan tes dengan membakar kain berukuran kecil. Kain organik ketika dibakar akan berubah menjadi abu. Kain dengan serat plastik ketika dibakar akan mengerut seperti layaknya ketika plastik terbakar dan berubah menjadi mikrofiber.

Cek label

Membakar kain bisa dikatakan kurang efisien dan ngga memungkinkan, kecuali jika kamu ingin melakukan percobaan contoh sains. Biasanya, produsen mencantumkan jenis kain pada bagian label. Bacalah dengan seksama label pakaian dan temukan jenis kain yang digunakan. Dengan cara ini kamu bisa lebih paham mengenai jenis kain yang dipakai ketika membeli pakaian. Jikalau membeli secara online, kamu bisa mengecek keterangan deskripsi bahan dan meminta informasi dari penjual.

Kain organik vs kain plastik

kain eco-friendly
Foto: Pexels.com

Meskipun demikian, penggunaan kain organik (katun) dan kain plastik (polyester) masih menimbulkan perdebatan, seperti:

Energi dan carbon prints

Produksi polyester membutuhkan energi sekitar 63%/kg, jumlah tersebut lebih besar dari energi yang dibutuhkan untuk memproduksi katun dan bisa menghasilkan karbon empat kali lebih besar. Dikarenakan penggunaan energi mayoritas pada fase material, sedangkan proses sisanya lebih sedikit. Polyester dinilai lebih baik dibanding kain serat alami yang membutuhkan energi besar pada semua fasenya.

Recycling

Polyester lebih mudah di daur ulang dan dimanfaatkan kembali lebih lanjut. Berbagai perusahaan kain dan pakaian di dunia memiliki program untuk recycle kain sintetik.

Kecepatan produksi

Pada level cetak kain retail, kain polyester lebih cepat diproduksi dan prosesnya lebih sederhana. Proses lebih cepat dan hasil lebih banyak, maka carbon prints yang dihasilkan juga lebih rendah. Tapi, proses produksi juga dipengaruhi faktor seperti kapasitas mesin dan teknologi.

Kemampuan menyerap air dan ‘breathable’

Kain serat alami dikatakan lebih unggul dalam aspek menyerap air dan breathable. Hanya saja kain sintetis seperti nilon untuk handuk juga bisa menyerap air dengan baik.

Sahabat Sehat, ternyata susah-susah gampang ya, untuk memutuskan beralih ke kain eco-friendly. Namun, kalau berbicara aspek biodegradability tentu kain organik juaranya. Pilihan tetap di tanganmu, dengan berbagai pertimbangan sesuai kebutuhan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Essendaputri, M. 2018. Mengenal Jenis Kain dan Sifatnya. https://student-activity.binus.ac.id/stmanis/2018/06/mengenal-jenis-kain-dan-sifatnya/.

GoLaundry. 2019. 5 Jenis Kain Ramah Lingkungan, Sudah Tau?. https://www.gojek.com/blog/golaundry/GOLAUNDRY-kain-ramah-lingkungan/. Diakses 20 November 2021.

Samarijev, J. 2017. Synthetics and cotton, Manufacturing and environmental factors. https://medium.com/the-needle/synthetics-and-cotton-manufacturing-and-environmental-factors-1beb3584bc9c. Diakses 20 November 2021.

Sasetyaningtyas, D. 2019. Mengenal Jenis Kain Ramah Lingkungan. https://sustaination.id/mengenal-jenis-kain-ramah-lingkungan/. Diakses 20 November 2021.

Shrelo. 2021. Kain Organik Vs Polyester, Ilusi Ramah Lingkungan dari Industri. https://www.print-tekstil.com/blog/Kain-organik-vs-polyester-ilusi-ramah-lingkungan-dari-industri. Diakses 20 November 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.