Lari vs Jalan, Mana yang Lebih Baik?

Sejak pandemi Covid-19 merebak, jenis olahraga yang bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, seperti berlari dan berjalan kaki menjadi lebih populer. Akibatnya, cukup banyak juga yang penasaran, untuk keperluan olahraga apakah lebih baik berjalan kaki saja atau sekalian mempercepat langkah dan berlari ya?

lari vs jalan mana yang lebih baik?
Foto: Pixabay.com

Lebih baik berjalan kalau…

Kamu khawatir dengan persendianmu

Berjalan memberikan dampak yang lebih ringan pada persendian jika dibandingkan dengan berlari. Risiko cedera saat berjalan juga lebih kecil, terutama pada bagian persendian kaki. Berjalan akan lebih cocok kalau kamu sedang dalam masa pemulihan atau sebelumnya pernah mengalami cedera dan ingin menghindari terjadinya cedera lagi.

Kamu baru mulai berolahraga

Bagi kamu yang benar-benar baru memulai kebiasaan olahraga, sebaiknya hindari langsung melakukan olahraga berat dan berisiko. Kamu bisa mencoba berjalan kaki terlebih dulu untuk membuat tubuhmu terbiasa. Berjalan risikonya cukup rendah dan bisa dilakukan oleh semua orang, ngga peduli kemampuan olahraganya.

Kalau kamu baru mulai berolahraga dan tujuanmu berolahraga adalah untuk mengurangi berat badan, kamu bisa mencoba metode berjalan cepat atau berjalan di tanjakan. Memang dua metode ini ngga bisa membakar kalori sebanyak berlari, tapi setidaknya bisa membakar lebih banyak kalori dibandingkan berjalan kaki biasa.

Lebih baik berlari kalau…

Kamu punya waktu terbatas untuk berolahraga

Sahabat Sehat, sudah jelas ya, berlari bisa membantu kamu menempuh jarak yang lebih jauh dalam waktu yang lebih cepat. Selain itu, 30 menit berlari efeknya sama dengan 1 jam berjalan. Jadi, kalau kamu cuma punya waktu 30 menit untuk berolahraga dan ingin mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, kamu bisa pilih berlari.

Kamu ingin membakar lebih banyak energi

Berlari bisa membakar energi 2 kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan berjalan. Lari dengan kecepatan 2,24 m/s bisa membakar hingga 606 kalori, sedangkan berjalan dalam rentang waktu yang sama dengan kecepatan 1,56 m/s hanya membakar 314 kalori. Jadi, kalau tujuan olahragamu untuk menurunkan berat badan, berlari bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

jalan vs lari
Foto: Unsplash.com

Kesimpulannya, ngga ada yang lebih baik antara lari atau jalan karena semua tergantung dengan kondisimu. Jika Sahabat Sehat yang belum bisa memutuskan di antara keduanya, kamu bisa mencoba untuk mengkombinasikan berlari dan berjalan secara bergantian. Ini juga bisa menjadi salah satu cara berolahraga yang efektif loh! Satu hal yang terpenting yaitu kamu tetap berolahraga dengan menggerakan tubuh secara aman dan efektif.

Berlari memiliki risiko cedera 25% lebih besar dibandingkan berjalan. Kalau kamu lebih memilih berolahraga dengan berlari, disarankan berlari 2-3 kali seminggu dengan kecepatan lambat atau sedang.

Saat berolahraga, yang terpenting bukanlah kecepatan, kamu berhasil menggerakan tubuh untuk berolahraga dengan rutin saja sudah merupakan sesuatu yang membanggakan. Ayo semangat terus olahraganya ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Well+Good. 2021. Running vs. Walking: Which Workout Is Better for You?https://www.wellandgood.com/running-vs-walking/. Diakses pada 8 November 2021

Healthline. 2020. Which Is Better for Your Health: Walking or Running?https://www.healthline.com/health/walking-vs-running#which-is-better-for-health Diakses pada 8 November 2021

Vox. 2017. Should you walk or run for exercise? Here’s what the science says. https://www.vox.com/2015/8/4/9091093/walking-versus-running. Diakses pada 8 November 202

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.