Apakah Status Kesehatan Remaja Indonesia Baik-baik Aja?

Halo Teman Sehat! Usia remaja merupakan salah satu periode ‘kritis’ dalam siklus hidup manusia. Dalam rentang usia 13-18 tahun ini terjadi perubahan baik secara fisik, mental, maupun sosial. Hal tersebut akan memberi dampak positif sekaligus negatif pada periode hidup berikutnya, yaitu dewasa.

status kesehatan remaja

Remaja Indonesia termasuk kelompok remaja yang punya tingkat kesehatan yang rendah. Hal ini tergambar dari berbagai data dan fakta di lapangan. Berikut ini 4 fakta yang menunjukan bahwa tingkat kesehatan remaja Indonesia masih belum oke.

1. Banyaknya remaja obesitas

Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 menunjukan bahwa terdapat 2.5% remaja 13-15 tahun dan 1.6% remaja 16-18 tahun mengalami obesitas. Obesitas berkaitan dengan kelebihan asupan makanan serta kurangnya aktivitas fisik. Hal ini terlihat dari kebiasaan remaja, khususnya yang hidup di perkotaan yang punya kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji dan aktivitas sedentari, alias mageran. Remaja obesitas ini akan berisiko mengalami berbagai penyakit ngga menular seperti diabetes mellitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan akan cenderung menjadi obes hingga dewasa.

2. Remaja Indonesia pendek

Pendek atau stunting merupakan gagal tumbuh yang diakibatkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis). Data Kementerian Kesehatan RI (2013) menunjukan bahwa 35.1% remaja 13-15 tahun dan 31.4% remaja 16-18 tahun adalah pendek. Stunting pada remaja berdampak pada terlambatnya proses pendewasaan tubuh, masalah saat kehamilan dan persalinan, serta berbagai risiko penyakit ngga menular. Di masa depan, remaja stunting akan tumbuh menjadi dewasa dengan produktivitas yang rendah sehingga berpengaruh terhadap status ekonomi suatu bangsa.

3. Banyaknya remaja kurus

Indonesia mengalami double burden of malnutrition, di satu sisi kasus obesitas semakin meningkat dari waktu ke waktu sementara di sisi lainnya kasus kurus/wasting masih belum menurun secara signifikan. Data Riskesdas (2013) menunjukan bahwa 11.1% remaja 13-15 tahun dan 9.4% remaja 16-18 tahun adalah kurus. Kurus berkaitan dengan kekurangan zat gizi akut pada suatu periode waktu tertentu yang mengakibatkan tubuh mengambil cadangan energi yang tersimpan. Jangan dianggap sepele ya Teman Sehat! Berbadan kurus bukan berarti bertubuh ideal. Remaja kurus punya risiko kematian yang lebih tinggi akibat rentan terkena penyakit infeksi seperti diare, TB, pneumonia, dll.

4. Meningkatnya kasus perilaku makan menyimpang

kurus

Istilah anoreksia dan bulimia udah ngga asing lagi kan di telinga kamu kan? Yap! Ini terkait body image. Banyak remaja sekarang menginginkan bentuk tubuh yang kurus sehingga rela melakukan diet ketat dan aktivitas fisik berlebihan. Menurut National Institue of Mental Health (2016), sekitar 1.1-4.2% wanita pernah mengalami bulimia semasa hidupnya. Sebuah penelitian di Jakarta tahun 2007 menunjukan bahwa 27% remaja memiliki kecenderungan bulimia nervosa.

Nah! Ternyata banyak ya masalah kesehatan yang dihadapi oleh remaja di tanah air ini. Masalah terkait gizi dan kesehatan ini penting banget bagi kehidupan remaja. Remaja sebagai generasi penerus bangsa tentu diharapkan bertubuh sehat, berotak cerdas, dan punya masa depan gemilang. Yuk bantu remaja di sekitar kita untuk hidup sehat! (agt&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.