Sindrom burnout sering dijumpai pada individu yang merasa lelah atas tekanan pekerjaan/tanggungjawab hingga tekanan atas penilaian orang lain. Meskipun sindrom ini ngga termasuk gangguan psikologis, kamu ngga boleh meremehkannya, loh! Yuk, cari tahu penyebab dan solusi atasi sindrom ini!
Penyebab munculnya sindrom burnout

1. Berkaitan dengan pekerjaan
Pekerjaan yang terlalu menumpuk sering membuatmu stres, bukan? Saat kamu merasa ngga bisa mengontrol pekerjaan, ngga memberikan apresiasi capaian kerja pada diri sendiri, mengharapkan ekspektasi yang berlebihan, mengerjakan pekerjaan yang monoton, hingga bekerja di lingkungan yang penuh tekanan kerja sindrom ini sangat mungkin kamu alami, loh!
2. Berkaitan dengan gaya hidup
Terlalu fokus bekerja, tanpa sadar kamu telah menghabiskan waktu hanya untuk bekerja dan kurang waktu untuk bersosialisasi atau sekedar berelaksasi bisa menjadi penyebab sinrom yang satu ini. Selain itu, kamu juga bisa kekurangan waktu istirahat dan justru mengalami insomnia dan tidak jarang berisiko pada timbulnya penyakit degeneratif.
3. Sindrom burnout karena karakter pribadi
Teman sehat yang memiliki karakter perfeksionis hingga memiliki standar capaian kerja yang tinggi memiliki risiko terkena sindrom burnout lebih besar. Perasaan pesimis dan mudah menyerah yang terlalu sering muncul juga bisa berakibat pada terjadinya sindrom ini.
Cara mengatasi Sindrom Burnout
1. Terbuka dengan orang lain
Melakukan kontak sosial menjadi salah satu solusi efektif untuk meringankan beban pikiran kamu, loh! Kamu ngga perlu mencari orang yang bisa memberikan solusi atas semua permasalahan yang mengganggu pikiranmu, karena kondisi BOS (Burnout Syndrom) memungkinkan kamu hanya butuh seseorang yang mampu menjadi pendengar yang baik.
Misalnya, kamu bisa lebih terbuka dengan tim kerjamu karena mungkin mereka bisa merasakan apa yang sedang kamu pikirkan, atau kamu bisa mencari teman baru untuk sejenak ngga membicarakan kewajiban dalam dunia kerjamu! Kamu sebaiknya juga perlu menghindari orang yang mungkin memberikan pengaruh negatif, ya.
2. Mengubah sudut pandang dalam bekerja
Kamu mungkin bisa mengevaluasi diri sendiri mengenai tujuan awal kamu memilih pekerjaan tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mengevaluasi nilai-nilai yang telah kamu dapatkan selama bekerja. Dengan begitu kamu bisa kembali termotivasi untuk bekerja. tapi jika, memang pekerjaan tersebut sudah ngga sesuai dan hanya memberikan efek yang negatif pada diri kamu, ngga ada salahnya untuk mulai mencari pekerjaan baru.
Sesekali kamu perlu menyeimbangkan hidupmu dengan memberikan ruang pada diri sendiri. Kamu juga bisa mengalokasikan waktu luang kamu untuk beristirahat total supaya pikiran menjadi lebih jernih.
3. Mengevaluasi skala prioritas
Ketika mengalami burnout, berarti sudah tiba waktunya untuk kembali mengevaluasi apa yang menjadi mimpi, tujuan hidup, dan capaian yang ingin kamu raih. Selain fokus pada pekerjaan, kamu juga perlu memprioritaskan pengembangan diri selama bekerja. Keseimbangan aktivitas ini sangat bermanfaat dalam mencegah munculnya sindrom burnout.
4. Jangan lupa olahraga
Olahraga bisa membantu kamu menyeimbangkan kesehatan otak, loh! Mengalokasikan sebagian waktu kerja kamu untuk berolahraga akan membantu memperbaiki mood dan mencegah penumpukan kelelahan fisik, dan pikiran loh, Teman Sehat!
Mencegah sindrom Burnout tentunya lebih baik supaya kamu bisa fokus dalam bekerja dan menghindari munculnya berbagai macam kelelahan. So, tunggu apalagi kamu bisa langsung mengikuti 4 tips di atas. Semangat mencoba dan sehat selalu, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
