Nitrosamin merupakan senyawa kimia yang terdapat di alam. Terbentuk dari berbagai proses mulai dari hasil pemrosesan makanan hingga terdapat pada tanaman itu sendiri. Nitrosamin dikabarkan dapat sebabkan kanker, apakah itu benar?
Tentang nitrosamin
Ada sekitar 300 jenis N-nitrosamin yang diketahui sejauh ini, telah ditemukan di udara, air, makanan, kosmetik, tembakau, dan bahan kemasan. N-nitrosamin umumnya berwarna kuning, berminyak, cair atau padat, sebagian besar larut dalam air dan pelarut organik, serta lebih stabil dalam kondisi netral dan basa.

N-nitrosamin dibagi menjadi N-nitrosamin yang mudah menguap dan N-nitrosamin yang tidak mudah menguap. Selain itu, senyawa ini juga hadir dari hasil pertanian alami (akuakultur). Pengolahan sampah dan pembuangan air limbah di beberapa pabrik juga menyebabkan terjadinya N-nitrosamin dalam air. Melalui proses penanaman atau pembibitan, N-nitrosamin terakumulasi dalam pertanian dan akuakultur.
Nitrosamin sebagai penyebab kanker
Pada tahun 1950-an, penelitian mengenai karsinogenisitas mengungkapkan bahwa nitrosamin dapat menyebabkan kanker pada tikus. Nitrosamin ada yang bersifat karsinogenik kuat dan biasanya terdapat dalam produk daging, termasuk N-nitrosodimethylamine (NDMA), N-nitrosodiethylamine (NDEA), N-nitrosopiperidine (NPIP), N-nitrosopyrrolidine (NPYR), N-nitrosomorpholine (NMOR), N-nitrosomethylethylamine (NMEA), N-nitrosodinpropylamine (NDPA) dan N-nitrosodibutilamina (NDBA). Lalu ada N-nitrosamin yang bersifat non-volatil dan disebut sebagai karsinogenik lemah atau dianggap non-karsinogenik.
Produk yang dapat terkontaminasi nitrosamin
Keberadaan N-nitrosamin menjadi masalah karena adanya penambahan nitrit untuk mencegah pertumbuhan Clostridium botulinum dalam olahan daging. Konsentrasi nitrosamin yang tinggi telah dilaporkan dalam bacon, sosis, dan ham dalam jumlah tinggi, sedangkan daging yang tidak melalui pengolahan punya jumlah nitrosamin lebih rendah.
N-nitrosamin juga dilaporkan terkandung dalam ikan asin, dan bir. Selain itu nitrosamin juta terdapatdi perairan sebagai produk samping desinfeksi yang dihasilkan selama proses desinfeksi klorinasi dan ozonasi air limbah. Pengolahan sampah dan pembuangan air limbah di beberapa pabrik juga menyebabkan terjadinya N-nitrosamin dalam air.

Keamanan nitrosamin
Nitrosamin yang paling umum yaitu N-nitrosodimethylamine (NDMA), ditemukan dalam kadar rendah dalam air dan makanan, termasuk daging yang diawetkan dan dipanggang, produk susu, dan sayuran. FDA dan komunitas ilmiah internasional tidak memperkirakan NDMA akan menimbulkan bahaya jika dikonsumsi dalam jumlah rendah.
Namun, mengingat risiko bahwa zat genotoksik seperti NDMA dapat meningkatkan risiko kanker jika orang terpapar pada zat tersebut melebihi tingkat tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, produsen telah menarik obat dengan tingkat NDMA lebih tinggi dari tingkat asupan yang direkomendasikan FDA. Pasien yang memakai obat dengan potensi mengandung nitrosamin tidak boleh berhenti minum obat dan harus berkonsultasi dengan pihak medis tentang kekhawatiran dan pilihan pengobatan lainnya.
Nah, Sahabat Sehat produk makanan yang berpotensi tercemar nitrosamin yang telah disebutkan diatas boleh dikonsumsi asalkan tidak secara berlebihan. Semakin sering kamu mengkonsumsinya semakin berkemungkinan tinggi risiko mengidap kanker, namun risiko kanker tidak hanya dari makanan saja.
