Benarkah Teh Putih Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Teman Sehat, apakah kamu pernah mengonsumsi teh putih? Yap, teh putih atau white tea merupakan komoditas teh yang jarang diketahui oleh masyarakat. Hal ini sangat disayangkan mengingat teh putih bermanfaat bagi kesehatan. Kira-kira apa saja manfaatnya? Yuk, simak informasinya di sini!

Mengenal teh putih

Teh putih (white tea) merupakan produk olahan teh dengan bahan baku khusus. Teh ini hanya diproduksi dari pucuk daun teh yang masih menggulung (kuncup). Bahan baku tersebut membuat produk teh putih berbeda dengan teh hitam atau teh hijau yang umum dikonsumsi.

Cita rasa teh putih

Teh putih memiliki senyawa yang berperan terhadap rasa dan aroma akhir setelah diseduh. Berdasarkan penelitian, teh putih memiliki rasa khas dan agak sepat. Proses pengolahan teh putih yang sangat minim berpengaruh terhadap mutu akhir teh putih. Pengolahan teh putih hanya memanfaatkan proses pelayuan dan pengeringan saja tanpa melalui proses fermentasi. Hal ini menyebabkan warna teh ini setelah diseduh menjadi khas, yaitu putih keperakan.

tea
Foto: Unsplash.com/@stacyabarnes

Dilihat dari sisi ekonomi, harga teh putih jauh lebih mahal dibandingkan dengan komoditas teh lainnya. Penyebabnya adalah bahan baku dan manfaat dari teh putih bagi tubuh. Biar lebih jelas, yuk simak manfaat konsumsi teh putih!

Manfaat konsumsi teh putih

Teman Sehat, teh putih dipercaya memiliki kualitas lebih unggul dibandingkan dengan jenis teh lainnya, loh! Semakin muda daun teh yang dijadikan bahan baku, maka antioksidannya pun semakin tinggi. Antioksidan dibutuhkan oleh tubuh sebagai penangkal radikal bebas. Konsumsi antioksidan yang tinggi dapat mencegah kerusakan sel di dalam tubuh. Akibatnya, berbagai penyakit seperti stroke dan penyakit neurodegeneratif dapat dihindari. Oleh karena itu, teh hijau diklaim bermanfaat bagi kesehatan.

Ternyata manfaat konsumsi teh putih ngga hanya itu, loh! Teh putih juga memiliki sifat antimutagenik yang juga dapat menangkap radikal bebas.

Dalam aturan konsumsi teh, sebaiknya hindari konsumsi bersamaan dengan daging-dagingan atau bahan pangan sumber zat besi. Zat tanin dalam teh mampu menghambat penyerapan zat besi. Hasilnya, penyerapan zat besi ngga akan berjalan efektif. Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, maka risiko anemia bisa meningkat.

Wah, ternyata teh putih terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, perhatikan juga aturan minumnya. Saat ini, ketersediaan teh putih masih kurang dibandingkan teh hitam atau teh hijau. Meskipun demikian, kamu tetap bisa mendapatkannya di berbagai situs online. Apakah kamu tertarik mencobanya? Jangan lupa sebarkan informasi ini, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Referensi

Komparasi Aktivitas Antioksidatif Ekstrak Teh Putih (Camellia sinensis
Linn.) Dibandingkan Ekstrak Biji Anggur dan BHA pada Berbagai
Konsentrasi https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jatp/article/download/2269/1811 Diakses pada 21 Januari 2020.

Korelasi Antara Sifat Sensori dan Fisikokimia Teh Hijau https://journal.ipb.ac.id/index.php/jmpi/article/view/26441/pdf Diakses pada 21 Januari 2020.

Teh putih (Camellia sinensis) dan Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antihiperglikemia pada Tikus Sprague dawley yang Diinduksi Streptozotocin https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/download/20353/14053 Diakses pada 21 Januari 2020.

Kadar Fenol dan Aktivitas Antioksidan pada Teh Hijau dan Teh Hitam Komersial https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/19953/13/BAGIAN%20INTI%20KADAR%20FENOL%20DAN.pdf Diakses pada 21 Januari 2020.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.