Cegah Si Kecil dari Stunting dengan Tidur Cukup

Halo, Teman Sehat! Parents disini pasti seringkali khawatir tentang pertumbuhan si kecil terutama di periode emasnya. Terkadang perasaan was-was pun muncul saat tinggi badan si kecil ngga sesuai usianya, terbayang risiko stunting mengintai paling tinggi di seribu hari pertama kehidupannya. Nah, ternyata salah satu solusinya bukan suplemen yang belum jelas fakta ilmiahnya loh! Tapi, tidur yang cukup menjadi salah satu kunci agar si kecil dapat tumbuh dengan baik. Wah, tidur yang bagaimana ya? Yuk simak ulasan berikut!

Sumber: pixabay.com

Kebutuhan tidur sesuai usia

Teman Sehat, tidur merupakan aktivitas utama otak selama masa pertumbuhan. Tidur juga punya peran penting dalam menentukan perkembangan dan plastisitas otak pada masa dewasa, kuantitas kebutuhannya pun bervariasi sesuai usia dengan jarak antar tidur atau waktu terjaga yang juga bervariasi. Contohnya, bayi newborn kebutuhan tidurnya sekitar 16-20 jam sehari dengan durasi 1-4 jam dan masa terjaga 1-2 jam. Pola ini akan berubah seiring bayi yang bertambah usia dan durasi tidur menjadi berkurang, serta sudah berpola diferensiasi siang dan malam. Nah, secara fisiologis tubuh akan melalui siklus tidur REM (rapid eye movement) dan non-REM atau tidur dalam, yang masing-masing mempunyai fungsi terhadap kekebalan tubuh, kecerdasan, pertumbuhan fisik dan lain sebagainya.

Hormon pertumbuhan pada siklus tidur

Sumber: freepik.com

Memperhatikan kualitas dan kuantitas tidur si kecil penting sekali agar ia dapat tumbuh maksimal. Irama sirkadian atau jam biologis tubuh pada anak-anak mengatur keluarnya hormon pertumbuhan saat anak tertidur lelap atau fase NREM. Nah, fase ini dapat dilalui setelah fase tidur awal atau fase REM, jadi kira-kira setelah anak tidur selama 2-3 jam hingga sampai ke fase tidur dalam. Selain itu, pengaturan hormon pertumbuhan oleh jam biologis juga diproduksi paling tinggi pada pukul 23.00 hingga pukul 02.00, hormon pertumbuhan ini penting untuk tulang, otot dan kekebalan tubuh si kecil, loh! FYI, dampak kurang dan gangguan tidur pada anak-anak bisa menyebabkan berat badan sulit naik yang diikuti dengan tinggi badan yang kurang bahkan stunting.

6 tips menidurkan si kecil

Nah dari penjelasan di atas jadi kita bisa tentukan jadwal tidur si kecil, yaitu jika hormon pertumbuhan tinggi mulai pukul 11 malam dan saat sudah fase tidur lelap, maka ia harus sudah tertidur di kisaran 2-3 jam sebelum jam 11 malam atau sekitar jam 8 malam. Agar terbiasa dengan tidur teratur dan cukup sesuai usianya, tentunya hal ini harus dibentuk salah satunya dengan membuat rutinitas sebelum tidur. Teman Sehat bisa mencoba tips berikut:

  • Ciptakan rutinitas. Pada awalnya bayi belum dapat membedakan siang dan malam, jadi buat kebiasaan saat menjelang tidur seperti bebersih, nina bobo dan hal yang membuat ia nyaman.
  • Ruangan dan baju yang nyaman, suhu ngga terlalu dingin dan ngga terlalu panas serta baju yang menyerap keringat.
  • Biasakan pencahayaan agak redup saat akan tidur, untuk membantu bayi membedakan siang-malam serta lampu redup berarti saat untuk beristirahat.
  • Buat aktivitas siang dan malam yang berbeda, seperti siang ajak ia bermain dan bersosialisasi, serta malam hari saatnya tidur cukup sepi hanya dengan keluarga atau orang terdekat.
  • Berdoa atau meninabobokan bayi agar ia merasa nyaman
  • Pijatan yang lembut sebelum atau saat akan tidur yang membantu bayi agar butuh waktu yang singkat untuk tidur dan bayi tidur lebih lelap.

Teman Sehat, hormon pertumbuhan ibaratnya adalah jam kerja insinyur yang membangun otot, tulang dan otak anak, sedangkan asupan gizi yang baik adalah batu bata dan semennya. Dua hal yang tentunya ngga bisa terlepas satu sama lain, bukan? Untuk generasi Indonesia yang kuat, cegah stunting itu penting! Stay healthy, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

Referensi

IDAI. 2015. Pentingnya Proses Menidurkan si Kecil. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-proses-menidurkan-si-kecil

Nieminen P, Löppönen T, Tolonen U, Lanning P, Knip M, Löppönen H. Growth and biochemical markers of growth in children with snoring and obstructive sleep apnea. Pediatrics. 2002 Apr;109(4):e55. doi: 10.1542/peds.109.4.e55. PMID: 11927728. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11927728/

Sekartini, Rini. 2015. Pola Tidur Pada Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pola-tidur-pada-anak

Yates J. The long-term effects of light exposure on establishment of newborn circadian rhythm. J Clin Sleep Med. 2018;14(10):1829–1830. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6175794/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.