Sahabat Sehat, apakah kamu masih merasa belum makan kalau belum makan nasi? Sebagian besar orang Indonesia seringkali merasa demikian karena nasi memang menjadi makanan pokok. Akibatnya, masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan beras. Padahal, sebenarnya banyak sekali sumber karbohidrat yang bisa menggantikan nasi sebagai bahan pokok, loh.

Diversifikasi Pangan
Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam jenis komoditas sumber karbohidrat. Selain beras, masih banyak sumber karbohidrat lain yang mudah didapatkan di Indonesia dengan harga yang tergolong murah, misalnya jagung, kentang, singkong, ubi, dan lain-lain. Masing-masing sumber karbohidrat punya kandungan gizi yang berbeda-beda, jadi dengan mengonsumsi beragam jenis pangan, kebutuhan gizimu juga semakin terpenuhi.
Diversifikasi pangan merupakan program untuk mendorong konsumsi pangan lokal sebagai pengganti beras. Program ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi beras dan meningkatkan kualitas konsumsi pangan supaya lebih beragam dan bergizi. Dengan demikian, bahan pangan lokal juga akan bernilai lebih tinggi.
Sumber Karbohidrat Lain
Berikut ini beberapa sumber karbohidrat pengganti nasi yang perlu kamu coba.
Kentang
Kentang menjadi sumber karbohidrat yang sudah sangat umum dikonsumsi. Selain mengandung karbohidrat dan tinggi serat, di dalammnya juga terdapat kandungan vitamin C, kalium, karotenoid, dan juga senyawa fenolik yang merupakan antioksidan. Kentang juga memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang rendah sehingga sangat baik untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok. Tapi perlu diperhatikan juga kalau kentang punya kandungan antigizi seperti solanin.

Jagung
Selain kaya akan karbohidrat, jagung juga punya kandungan protein yang ngga kalah tinggi. Jagung juga mengandung serat dan asam folat yang baik bagi kesehatan. Bahan ini juga termasuk mudah diolah, salah satu produk olahannya yaitu beras jagung.
Hanjeli
Hanjeli merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di daerah Jawa Barat dan berpotensi menjadi makanan pokok pengganti beras. Biji hanjeli mengandung karbohidrat sebesar 74,36%, protein 12,26%, abu 0,65%, dan lemak 1,28%. Dalam biji hanjeli juga terkandung komponen bioaktif yang memiliki kemampuan antioksidan, antikanker, hipolipidemik, dan antiradang.
Sorgum
Sorgum merupakan tanaman yang sebenarnya sudah lama dibudidayakan di Jawa dan Nusa Tenggara, serta menjadi tanaman serealia ketiga di Indonesia setelah beras dan jagung, sayangnya pemanfaatannya masih terbatas. Biji sorgum memiliki kandungan karbohidrat sebesar 73%, lemak 3,5%, dan protein sebesar 10%. Biji sorgum juga mengandung serat dan tanin yang merupakan senyawa polifenol seperti pada teh.
Singkong

Singkong termasuk sumber karbohidrat yang sehat karena memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes melitus. Singkong bisa dibuat menjadi beras analog, oyek, ataupun tiwul yang memiliki potensi sebagai pangan fungsional. Beras analog yang terbuat dari singkong memiliki kandungan serat pangan sebesar 4,72% dan memiliki kandungan gula yang rendah, yaitu hanya 1,19%.
Amaranth
Salah satu tanaman serealia yang sangat bergizi ini, memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding tanaman serealia lainnya, serta kaya akan asam amino esensial. Setiap 100 gram amaranth mengandung 371 kkal, 65,25 g karbohidrat, 13,56 protein, 6,7 g serat, 1,69 g gula, 159 mg kalsium, 557 mg fosfor, 248 mg magnesium, 4,2 mg vitamin C, 24 mg fitosterol, dan banyak mineral dan asam lemak lainnya.
Itulah beberapa sumber karbohidrat bisa kamu konsumsi sebagai pengganti nasi. Tunggu apa lagi? Yuk, coba ganti nasimu dengan sumber karbohidrat lain!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Sangat informatif! Terima kasih
Menarik informasinya, terima kasih
Mudah di pahami