Croffle: Paduan Lezat Croissant dan Waffle

Sahabat Sehat, camilan croffle menjadi viral belakangan ini setelah dipopulerkan oleh Youtuber asal Korea Selatan. Perpaduan croissant dan waffle digemari karena rasanya yang gurih dan renyah, serta unik karena belum pernah ditemui sebelumnya, bahkan salah satu restoran di Indonesia ada yang menjual croffle dengan topping tak biasa, yaitu menggunakan saus mentai khas Jepang, loh. Mengapa makanan ini bisa sangat populer? Yuk, simak informasi lainnya di sini!

Beginilah terciptanya croffle!

Pada tahun 2017 seorang chef bernama Louise Lennox menginginkan kreasi makanan baru dengan cara menggabungkan dua makanan favorit orang Paris yaitu croissant dan waffle. Camilan ini pertama kali dijual di kafe La petite Boulangerie di Dublin, Irlandia tempat Louise Lennox berasal.

Sumber: orami.co.id

Croissant yang biasanya dipanggang ke dalam oven kini dicetak menggunakan cetakan waffle. Mulanya adonan croissant digulung dan dibentuk sabit seperti biasa, kemudian diolesi mentega dan dimasukkan ke dalam cetakan.

Hasilnya, croffle lebih padat dibandingkan croissant, namun tetap gurih dan renyah meskipun ngga serenyah croissant. Hal tersebut disebabkan karena persentase lemak croffle hanya membutuhkan 20-15% saja, sedangkan croissant lebih banyak yaitu 30-40%. Sebenarnya yang menentukan kelezatan makanan ini adalah topping dan isian yang digunakan, keduanya memberikan rasa gurih atau manis.

Kandungan gizi

Pada dasarnya, croffle berasal dari adonan croissant sehingga pendekatan kandungan gizinya bisa mengacu pada makanan tersebut. Berikut ini kandungan gizi dalam 100 gram croissant atau hampir setara dengan 2 buah croissant ukuran sedang menurut USDA (U.S Department of Agriculture). Energi 406 kkal, protein 8,2 gram, lemak 21 gram, karbohidrat 45,8 gram, serat 2,6 gram, dan gula 11,3 gram.

Croissant Di Piring
Sumber: Pexels.com

Kandungan gizi camilan ini juga ditentukan oleh pemilihan topping dan isiannya. Bagi kamu yang sedang melakukan diet menurunkan berat badan, konsumsi croffle ditambah topping atau isian manis tampaknya perlu diperhatikan karena menyumbang cukup banyak kalori. Pasalnya, 2 buah croissant tanpa topping atau isian saja sudah menyumbang hampir 1 kali porsi makan utama.

Jenis inovasi croissant lainnya

Tak hanya croffle, ternyata ada beberapa hasil olahan lain perpaduan adonan croissant yang dikreasikan menjadi camilan baru. Tahun 2021, chef asal Amerika, Dominique Ansel menciptakan croast atau croissant toast. Camilan ini berbentuk roti panggang yang berasal dari adonan croissant. Terdapat 2 jenis varian croast yaitu rasa maple dan sea salt.

Pada tahun 2013, Dominique Ansel juga menciptakan cronuts atau croissant donuts. Berbeda dengan donat lain yang cenderung padat, setelah cronuts digigit kamu bisa melihat lapisan-lapisan udara di dalamnya. Biasanya, di atas cronuts ditambah lagi krim dengan berbagai rasa

Nah, itu dia serba-serbi croffle yang viral di sosial media. Camilan ini akan lebih lezat jika dimakan hangat terlebih saat musim hujan. Namun, konsumsinya perlu dibatasi terutama jika kamu menggunakan topping atau isian manis. Jangan lupa bagikan informasi menarik ini ke orang di sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

AKG FKM UI. Croissant + Waffle = Makanan Viral??https://akg.fkm.ui.ac.id/croissant-waffle-makanan-viral/

The Kraze. 2021. Goodbye Cronut, Hello Croffle! http://thekrazemag.com/latest-updates/2021/3/14/goodbye-cronut-hello-croffle

USDA. Food Data: Croissants, butter. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/174987/nutrients

Nolisoli. 2021. From the creator of cronuts comes a croissant that’s also toast. https://nolisoli.ph/97624/croissant-toast-dominique-ansel-20210610/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.