Tahukah Sahabat Sehat? MPASI disarankan untuk memiliki kandungan gizi seimbang, antara karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan protein. Menurut AKG 2019, bayi 6 bulan butuh 15 gram protein, kemudian meningkat menjadi 20 gram ketika usia 1-3 tahun, sumbernya bisa protein hewani dan nabati. Lalu, apa saja pilihan sumber protein nabati yang bisa digunakan untuk MPASI? Let’s check it out

Tempe
Tempe merupakan sumber protein nabati yang terjangkau dan banyak di pasaran. Lauk dari olahan kacang kedelai ini memiliki kandungan protein 20.8 gram per 100 gram. Contoh MPASI, bubur tambah tempe, wortel, atau bayam.
Tahu
Tahu juga olahan dari kacang kedelai. Namun, protein tahu lebih rendah daripada tempe, yaitu 8 sampai 10,9 gram per 100 gram. Tekstur tahu sendiri sudah lembut sehingga cocok untuk pembuatan MPASI. Contoh MPASI dengan tahu, bubur tambah tahu dan telur puyuh, bubur tambah tahu dan jagung atau brokoli.
Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan pangan nabati yang tinggi kandungan protein, contoh per 100 gram kacang almond mengandung 20,3 g, edamame 11,5 g, kacang kedelai 20,2 g, kacang hijau 8,7 g, dan kacang merah 10,3 g. Contoh, bubur kacang hijau, bubur labu dengan kacang almond, dan semacamnya.

Namun, perlu diperhatikan tekstur kacang-kacangan untuk MPASI bayi 6 bulan tetap perlu dihaluskan. Selain itu, beberapa anak mungkin punya alergi kacang, seperti alergi almond sehingga beberapa jenis kacang sebaiknya dihindari dan diganti dengan sumber protein nabati lainnya.
Brokoli
Contoh MPASI sayur, yaitu bubur dengan brokoli yang juga bisa ditambahkan daging ayam. Dalam 100 gram brokoli terkandung sekitar 2,8 gram protein. Konsumsi brokoli bukan hanya sebagai asupan protein nabati, tapi juga membantu memenuhi kebutuhan serat.
Jagung Manis
Membuat MPASI perlu bervariasi, tidak selalu membuat bubur nasi, kamu bisa membuat bubur jagung. Kandungan protein 100 gram jagung manis kuning sekitar 3,4 gram. Selain sebagai sumber protein nabati, jagung manis juga menjadi sumber karbohidrat dan serat.
Protein membantu menjaga daya tahan tubuh bayi, serta membentuk dan membantu pertumbuhan otot dan tulang. Faktanya beberapa penelitian menunjukkan salah satu penyebab kejadian stunting atau tinggi ngga sesuai umurnya adalah tingkat konsumsi protein yang kurang. Jadi, pastikan Sahabat Sehat telah memenuhi asupan protein dengan jumlah yang cukup, salah satunya dengan menggunakan protein nabati untuk MPASI.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
