Diet keto merupakan diet dengan karbohidrat rendah, protein cukup, dan lemak tinggi sehingga tubuh mengalami ketosis, lalu otak menggunakan keton sebagai sumber energi. Diet keto dikenal memberikan beberapa manfaat kesehatan pada orang dewasa.
Rasio lemak, protein, dan karbohidrat pada diet keto berpotensi menurunkan berat badan, memperbaiki gangguan lipid, dan sensitivitas insulin. Alasan inilah yang membuat diet keto bisa diterapkan dalam menangani obesitas.

Efek Diet Keto pada Status Gizi dan Pertumbuhan Anak
Diet keto dikhawatirkan memiliki efek penurunan terhadap pertumbuhan anak. Akan tetapi, jarang ditemukan penurunan pertumbuhan pada anak yang melakukan diet keto. Hal ini masih terus menjadi bahan penelitian oleh para ahli.
Adapun efeknya terhadap status gizi, ditemukan beberapa penelitian mengatakan bahwa terdapat penurunan berat badan yang signifikan bahkan mencapai status gizi normal pada anak obesitas yang melakukan diet keto. Bukan hanya itu, ditemukan pula terjadi peningkatan massa otot pada anak.
Diet keto memang belum begitu jelas efek jangka panjangnya. Terlebih, subjek pada penelitian mayoritas adalah anak yang disertai gangguan seperti epilepsi. Beberapa ahli yang tidak menyarankan diet keto ini memiliki alasan tertentu. Hal ini karena pada diet keto, konsumsi karbohidrat yang merupakan sumber serat dibatasi, sehingga anak berisiko mengalami beberapa gangguan seperti konstipasi. Anak juga akan merasakan kelelahan karena kekurangan sumber energi dari karbohidrat yang tiba-tiba.
Dibanding Diet, Pahami Akar Penyebab Anak Obesitas

Pada umumnya, permasalahan yang menjadi penyebab anak menjadi obesitas bukanlah konsumsi karbohidrat, tetapi pengasuhan orang tua yang kurang tepat. Baik itu pemberian makanan yang tinggi gula rafinasi dan lemak trans, maupun kurangnya melakukan aktivitas fisik.
Oleh karena itu, dibanding membatasi konsumsi karbohidrat yang bukan penyebab utama, sebaiknya orang tua membantu anak memperbaiki pola hidupnya dengan membatasi makanan yang tinggi gula rafinasi dan lemak trans. Juga, rutin mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga sesuai yang anak sukai.
Kembali pada Pedoman Gizi Seimbang
Anak-anak berada pada fase pertumbuhan yang cepat dan tidak terulang. Nah, agar pertumbuhan berhasil dilalui dengan maksimal, maka kebutuhan gizi anak sebaiknya dipenuhi semaksimal mungkin dengan memberikan asupan sesuai pedoman gizi seimbang. Oleh karena itu, Kemenkes sudah mengatur porsi asupan anak sedemikian rupa.
Misalnya untuk anak laki-laki usia 10-12 tahun, menurut Angka Kecukupan Gizi Tahun 2019, dalam sehari, anak-anak usia tersebut membutuhkan 300 gram karbohidrat, 50 gram protein, dan 65 gram lemak. Setiap usia anak berbeda-beda kebutuhannya. Sahabat Sehat bisa cek selengkapnya di aturan Kemenkes Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi untuk Masyarakat.
Pedoman gizi seimbang bukan hanya berisi aturan mengonsumsi makanan, tetapi juga anjuran agar melakukan aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan. Pedoman gizi seimbang lebih mudah dijalani dibandingkan menerapkan diet keto. Oleh karena itu, alangkah baiknya Sahabat Sehat mulai dengan menerapkan gizi seimbang.
