Doomscrolling, Ketika Terlalu sering Terpapar Berita Negatif

Teman Sehat, tahukah kamu? Tingginya rasa ingin tahu seseorang, bisa menyebabkan kecanduan mencari dan membaca berita melalui internet atau sosial media. Nah, terkadang hal ini menyebabkan timbulnya rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan yang digambarkan melalui perilaku doomscrolling. Kira-kira perilaku apa ya? Yuk, simak!

Apa itu Doom Scrolling?

Doomscrolling merupakan istilah baru yang menggambarkan kebiasaan seseorang mengakses  informasi yang bersifat menyedihkan, depresif, atau menyakitkan perasaan melalui internet. Menghabiskan waktu yang terlalu lama saat membaca atau mendengarkan berita negatif, akan menimbulkan rasa cemas, gelisah, dan takut. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh adanya negativity bias.

Media, Media Sosial, Apps, Jaringan Sosial, Facebook

Negativity bias merupakan kecenderungan seseorang menerima kejadian negatif karena dianggap memiliki pengaruh. Seseorang lebih cenderung memperhatikan dan memikirkan informasi negatif, karena merasa akan berdampak pada kehidupannya. Negativity bias juga berkaitan dengan sifat dasar manusia yaitu bertahan hidup. Nah, karena itulah berita negatif lebih memiliki pengaruh kuat terhadap pola pikir seseorang.

Dampaknya bagi kesehatan

Doomscrolling dalam waktu yang lama, bisa berdampak bagi kesehatan fisik dan mental. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di North Carolina Medical Journal, penggunaan sosial media bisa meningkatkan risiko depresi. Rasa depresi ini, bisa datang dari perasaan takut dan cemas yang berlebihan. Kondisi ini bisa menstimulasi hormon stres yaitu kortisol dan adrenalin.

Orang Orang, Emosi, Dramatis, Perempuan

Kenaikan hormon ini, memiliki kaitan dengan  risiko berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, dan obesitas. Kenaikan hormon adrenaline bisa meningkatkan tekanan darah dan kortisol bisa menyebabkan kenaikan glukosa darah. Kebiasaan ini juga berdampak pada sulitnya tidur. Pola tidur yang terganggu akan membuat seseorang menjadi mudah lelah dan mudah emosi.

Bagaimana craa menghindarinya?

Komputer, Pc, Tempat Kerja, Kantor, Komputer Desktop

1. Buat batasan waktu

Penggunaan internet dalam waktu yang sewajarnya, akan memberikan lebih banyak pengaruh positif. Menurut Journal of Social and Clinical Psychology, membatasi penggunaan sosial media hanya 30 menit perhari, bisa mengurangi tingkat depresi dan rasa cemas.

2. Tentukan tujuan

Coba ketahui tujuanmu saat mencari informasi di internet. Saringlah informasi yang ingin diketahui maupun ngga. Hal ini akan meminimalisir paparan berita negatif, sehingga lebih mudah dikontrol. Selain itu, ketahui pula jenis berita yang menjadi sumber kekhawatiranmu.

3. Berpikirlah positif

Cobalah selalu berpikir positif dalam segala hal. Cara ini akan memudahkanmu agar ngga terlalu terfokus dengan segala kekhawatiran mengenai hal-hal yang terjadi disekitarmu. Isilah waktu luangmu dengan kegiatan positif lainnya, seperti berolahraga, membaca buku, atau berkebun.

Nah, Teman Sehat, cerdas dan bijaklah dalam memilah dan memilih informasi yang tersebar melalui internet. Jangan lupa selalu mencari informasi yang tepat dan akurat  dengan melihat sumbernya. Yuk, bagikan artikel ini ke orang terdekatmu!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.