Halo Sahabat Sehat! Air susu ibu (ASI) memiliki peran penting bagi bayi. Ada hal yang perlu menjadi perhatian sebelum memulai ASI yaitu melakukan inisiasi menyusu dini. Bagaimana proses dan manfaat dari IMD? Catat penjelasan berikut ini!
Apa itu IMD?
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses membiarkan bayi dengan caranya sendiri untuk bisa menyusu segera dalam 1 jam pertama setelah lahir dengan melakukan kontak antara kulit bayi dan kulit ibu. Inisiasi menyusu dini akan membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan memenuhi kebutuhan bayi sampai berusia 2 tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketahanan tubuh bayi akibat proses persalinan.

Manfaat IMD
IMD memberikan dampak psikologis bagi ibu maupun bayi karena membangun hubungan erat melalui sentuhan fisik antara ibu dan bayi segera setelah melahirkan. Selain itu IMD juga bisa membuat tenang, meningkatkan ikatan kasih sayang, menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab ibu untuk merawat bayinya, serta menyusui dengan air susunya sendiri. Selain itu, IMD juga bermanfaat sebagai perlindungan diri bagi bayi, karena bayi akan menelan bakteri baik dari kulit ibu yang akan membentuk koloni di kulit dan ususnya. Hal lain yang didapatkan oleh ibu dari inisiasi menyusu dini yaitu mengurangi perdarahan setelah melahirkan dan terjadinya anemia.
Proses IMD
Proses inisiasi menyusu dini menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia sebagai berikut. Setelah bayi lahir dan ngga memerlukan resusitasi, segera letakkan bayi di atas perut ibunya (bila melakukan operasi caesar, letakkan diatas dada). Sebelumnya, keringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya karena terdapat bau cairan amnion yang sama dengan puting ibu. Supaya baunya tetap ada, dada ibu juga sebaiknya ngga boleh dibersihkan setelah melahirkan. Mengeringkan tubuh bayi ngga perlu sampai menghilangkan vernix (lapisan putih pada kulit bayi) karena berfungsi sebagai penahan panas pada bayi.

Setelah tali pusat dipotong dan diikat, buat tengkurap bayi di atas perut ibu dengan kepala bayi menghadap kearah kepala ibunya. Jika ruang bersalin dingin, berikan selimut pada ibu dan bayi, serta kenakan topi pada kepala bayi. Selama beberapa waktu bayi akan diam saja dalam posisi sentuhan ibu.
Setelah 12-44 menit bayi mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Stimulasi ini membantu uterus untuk berkontraksi. Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu sehingga memberi stimulasi menyerupai pijatan pada payudara ibu. Bayi akan mengangkat kepala dan mulai mengisap puting. Hal tersebut berlangsung sekitar 27 – 71 menit.
Proses menyusu pertama berlangsung sekitar 15 menit, kemudian 2-2,5 jam berikutnya hingga ngga ada keinginan bayi untuk menyusu. Selama menyusu bayi akan melatih gerakan menghisap, menelan, dan bernapas.
Usai tindakan inisiasi menyusu dini ini, baru asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri lainnya, penyuntikan vitamin K1, dan pengolesan salep pada mata bayi dilakukan. Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikut. Selama proses ini, biarkan bayi tetap berada dalam jangkauan ibunya.
Semoga penjelasan ini bermanfaat dan membantu Sahabat Sehat lebih mengenal inisiasi menyusui dini. Salam sehat.
