Pasti Sahabat Sehat sudah familiar dengan multitasking yang merupakan keterampilan mengerjakan beberapa hal sekaligus secara bersamaan. Meskipun demikian, gangguan melakukan sesuatu saat bekerja, seperti mengakses media sosial, mendengarkan musik, menerima telepon, membuatmu menjadi multitasking karena mengerjakan dua hal sekaligus. Multitasking sering dilakukan untuk menghemat waktu, namun justru tidak efisien, bahkan mengganggu kesehatan.
Dampak Multitasking untuk Fisik
Melakukan beberapa hal secara bersamaan justru mengkhawatirkan, terlebih jika hal tersebut berat dan kamu belum terbiasa menjalankannya. Adanya task switching atau berpindah dari satu hal ke hal lainnya bisa menganggu kesehatan fisik, berikut di antaranya.

Meningkatkan Risiko Darah Tinggi
Saat mengerjakan banyak hal bersamaan, terdapat risiko hipertensi yang meningkat. Kondisi ini dipicu oleh stres akibat mengerjakan beberapa tugas tersebut. Stres ini juga meningkatkan denyut jantung. Tentu hal ini tidak baik jika berkelanjutan.
Mengganggu Fungsi Otak
Kinerja otak juga mengalami gangguan jika mengontrol berbagai hal bersamaan. Kamu berisiko mengalami gangguan dalam merespon rangsangan pancaindra, mengatur emosi, dan bicara. Kondisi lainnya adalah berkurangnya kemampuan menangkap informasi dan mengingat sesuatu. Menurut penelitian Anthony Wagner, Profesor Psikologi dari Stanford Unversity, seseorang yang multitasking mempunyai kinerja lebih buruk, secara signifikan terhadap hal yang berhubungan dengan memori jangka pendek.
Selain itu, multitasking membuat pikiran bekerja dua kali lipat. Kamu juga bisa kehilangan kreativitas untuk menyelesaikan sesuatu. Kemampuan ini berkurang karena tidak fokus dan terlalu lelah.
Dampak Multitasking pada Kesehatan Mental
Menurut American Psychological Association, seseorang yang mengerjakan dua hal atau lebih dinyatakan tidak efisien dan berdampak pada kesehatan mental. Orang yang multitasking membutuhkan waktu untuk membiasakan pikirannya untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Hal ini akan menimbulkan berbagai tekanan.

Meningkatkan Stres
Risiko stres meningkat jika sering melakukan multitasking, terlebih jika tingkat kesulitan pekerjaannya tinggi. Stres tersebut berdampak pada performa kerja. Jika dibiarkan saja, maka bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan.
Mengurangi Interaksi Sosial
Manusia tentu membutuhkan waktu interaksi yang cukup. Akan tetapi, kebiasaan multitasking membuatnya mengutamakan pekerjaan, sehingga seringkali mengabaikan waktu luang. Hal ini terjadi karena rasa bosan berlebih, mood yang terganggu karena stres, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, sehingga selesainya lebih lama. Akibatnya, interaksi sosial kurang terpenuhi dan membentuk pribadi yang tertutup juga emosional.
Tips Kurangi Kebiasaan Multitasking
Sebaiknya, kurangilah kebiasaan multitasking demi kesehatan. Dilansir dari laman Hello Sehat, cara pertama adalah menerapkan aturan 20 menit yaitu memfokuskan pikiran dan tenaga untuk mengerjakan tugas dengan baik selama 20 menit, sebelum melanjutkan kegiatan lainnya. Jadi, hindari mengerjakan pekerjaan lainnya sebelum pekerjaan yang tengah dikerjakan ini selesai.
Kedua, kerjakan tugas secara terjadwal. Melalui cara ini, Sahabat Sehat akan fokus dalam mengerjakan hal apapun dan tidak akan terbagi ke hal lain lagi yang justru mengganggu performa kerja. Kualitas yang menurun ini justru mengkhawatirkan karena tidak mampu meraih hasil optimal.
Ketiga, menghindari atau menyingkirkan gangguan. Adanya gawai di dekatmu bisa mengganggu konsentrasi dan membuatmu multitasking. Oleh sebab itu, perlu mencari cara agar tidak tergoda dan beralih main smartphone. Suasana kurang mendukung juga membuatmu jadi multitasking, misalnya berada di keramaian atau dekat orang mengobrol. Konsentrasi akan terbagi dan cepat lelah.
Keempat, melatih mindfulness yaitu kemampuan berkonsentrasi sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan. Mindfulness ini melatih fokus pada satu hal saat bekerja atau beraktivitas, sehingga tidak mudah terganggu dengan hal lain.
Konsentrasi yang terpecah dan tuntutan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di waktu yang sama bisa mengganggu kesehatan jika dilakuaka terlalu sering dan terus menurus. Jadi, sebaiknya Sahabat Sehat ngga menjadikan hal ini sebagai kebiasaan. Meskipun begitu, apapun pilihanmu, tetaplah imbangi dengan istirahat dan asupan gizi yang cukup.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
