Kenali! Apakah Kamu Termasuk People Pleaser?

mengenal apa itu people pleaser
Foto: Pexels.com

Hai Sahabat Sehat! Pernah nggak sih ada di posisi sulit untuk menolak pendapat orang lain? Ingin bilang tidak tapi yang keluar justru sebaliknya. Apa benar hal tersebut disebut people pleaser? Yuk, mari mengenal apa sih istilah people pleaser itu.

Manusia merupakan makhluk sosial, segala aspek kehidupan tentunya akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Akan  tetapi, kondisi ini terkadang disalah artikan sehingga orang-orang tertentu lebih mementingkan kebahagian orang lain dibandingkan kebahagiaannya sendiri. Lebih menuruti keinginan orang lain dibandingkan keinginannya sendiri.

People pleaser akan merasakan sedih, capek, atau tertekan setelah menyenangkan orang lain. Menurut Social Psychology oleh Merriam Webster dan Susan Newman, people pleaser merupakan sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha melakukan atau mengatakan hal yang menyenangkan orang lain, meski bertentangan dengan apa yang ia pikirkan atau rasakan supaya orang lain ngga merasa kecewa padanya.

Tanda Seorang People Pleaser

ciri seorang people pleaser
Foto: Pexels.com

Selalu Setuju dengan Pendapat Orang Lain

Akibat ngga berani berkata “tidak”, maka ia sering kali menyetujui pendapat orang lain meskipun hal itu berbeda dengan sudut pandangnya. Terkadang ia mengiyakan seseorang mengatakan A, tapi di sisi lain juga mengiyakan seseorang yang mengatakan B.

Merasa Bertanggung Jawab terhadap Perasaan Orang Lain

People pleaser merasa memiliki beban tanggung jawab untuk bisa menyenangkan orang lain. Ia sangat merasa bersalah jika ngga bisa memenuhi atau menyetujui orang lain. Jika seperti itu, perasaan yang ditimbulkan ini bisa terus menghantui hati dan pikirannya. Sebenarnya, bukan tugas kamu juga kok, untuk bisa menyenangkan semua orang. So, buang rasa nggak enakan yang gak perlu itu karena kamu ngga akan pernah bisa jadi segalanya untuk semua orang.

Merasa Rendah Diri

Perasaan bahwa dirinya merasa rendah di mata orang lain. Sehingga sering kali menunjukkan sesuatu yang bukan dirinya supaya bisa diterima oleh circle pertemanannya. Berusaha memuaskan orang lain dari apa yang dimiliki atau ditunjukkan dengan effort yang susah payah dilakukan. People pleaser merasa takut kehilangan teman karena takut kesepian.

Selalu Merasa Bersalah

People pleaser sering dikaitkan dengan perasaan “ngga enakan” oleh karenanya dalam situasi tertentu, perasaan ngga enakannya itu membuat ia sering meminta maaf karena merasa bersalah dan padahal hal itu bukan kesalahannya. Perasaan bersalah yang berlebihan ini bisa menjadi boomerang yang siap menghantam kesehatan mentalnya.

Sahabat Sehat, jangan terlalu belajar mengenali orang lain sampai lupa untuk mengenali diri sendiri, ya! Kamu perlu bisa berjalan di atas jawaban diri sendiri dalam mengikuti sebuah penjelajahan yang bernama kehidupan.

Editor & Proofreader: Zafira Rahrajanti, STP

Referensi

W A. Gerungan Dipl. Psych. 2004. Psikologi Sosial. Refika Aditama

Veronika Stefani. 2020. Laporan Proyek Akhir Desain Komunikasi Visual Perancangan Web Desain Untuk Mengurangi People Pleaser di Kalangan Mahasiswa di Kota Semarang. Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Merriam Webster dan Susan Newman. Social Psychology dalam Lintas Makna CXO Media. 2020

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.