P-IRT, Izin Usaha Makanan melalui Dinas Kesehatan

Hai,  Sahabat  Sehat! Apa kamu punya usaha makanan dan minuman? Atau yang masih dalam tahap perencanaan? Usaha atau bisnis dalam bidang Food and Beverage memang ngga pernah habis, justru semakin berkembang. Jika kamu memiliki usaha, sebagai seorang produsen kamu perlu membuat konsumen percaya pada produk yang kamu pasarkan. Selain penampilan dan rasa, Surat Perizinan Usaha bisa membuat konsumen lebih yakin terhadap jaminan kualitas produk bahwa telah memenuhi standar keamanan.

Salah satu perizinan yang sering didengar yaitu P-IRT. Mungkin banyak yang bertanya-tanya sebenarnya apa itu P-IRT, apa fungsinya, hingga bagaiman cara mendapatkannya. Yap, artikel ini wajib banget kamu baca sampai akhir supaya dapat jawabannya!

perizinan p-irt
Foto: Pixabay.com

P-IRT

P-IRT merupakan jenis sertifikat izin pangan industri rumah tangga yang dikeluarkan oleh bupati atau walikota melalu Dinas Kesehatan. Ibaratnya, ini menjadi jaminan tertulis oleh pemerintah kabupaten atau kota terhadap keamanan suatu produk pangan untuk dikonsumsi mayarakat.

Cara Mendapatkan P-IRT

Kamu akan menerima sertifikat izin usaha P-IRT jika memenuhi syarat yang telah ditentukan. Persyaratan yang dibutuhkan berupa surat permohonan izin usaha oleh Dinas Kesehatan, data pribadi, lokasi produksi, produk pangan yang diproduksi, hingga sampel hasil produk makanan dan minuman. Bagi pemohon baru juga dipersyaratkan sudah mempunyai sertifikat penyuluhan keamanan pangan.

cara mendapatkan p-irt
Foto: Pixabay.com

Jenis Pangan yang Bisa Memperoleh P-IRT

Eitss, tapi ngga semua jenis pangan bisa memperoleh sertifikat izin usaha ini, ya! Ada beberapa produk dengan bahan tertentu yang perlu mendapat izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Misalnya, produk susu dan hasil olahannya, frozen food, makanan bayi, makanan kaleng, hingga minuman beralkohol.

Tapi jika produk yang kamu punya berbahan baku tepung dan hasil olahannya, daging kering, serta selai dan sejenisnya, kamu bisa langsung mengurus izin edar ini. Minimal produk kamu bisa bertahan di suhu ruang dalam waktu lebih dari tujuh hari. Informasi lebih lengkapnya bisa dibaca melalui Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan  No 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

Setelah tau informasi di atas. Apa lagi yang membuat kamu ragu mengurus sertifikat izin usaha ini? Apakah ada biaya yang perlu disiapkan? Kabar baiknya, kamu ngga perlu mengeluarkan biaya apapun dalam mengurus ini, loh! Jadi, ayo urus izin P-IRT produk panganmu sekarang!

Sertifikat izin usaha ini berlaku selama lima tahun dan perlu diperbarui enam bulan sebelum masa berlaku berakhir. Jadi, jangan sampai lupa pada hal kecil yang berdampak besar ini ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjjanti, STP

Referensi

Penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. https://sipp.menpan.go.id/pelayanan-publik/sumatera-barat/kabupaten-solok/dinas-kesehatan/penerbitan-sertifikat-produksi-pangan-industri-rumah-tangga

Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan  No 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (PIRT). http://perizinan.kebumenkab.go.id/home/detail/5/28

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.