Makanan Organik Apakah Pasti 100% Organik?

Hai, Sahabat Sehat! Pernah ngga kamu melihat label “100% organik” pada kemasan pangan? Saat ini, memang banyak sekali makanan organik yang beredar di pasaran. Nampaknya, minat konsumen terhadap makanan dan pertanian organik menjadi semakin meningkat. Masyarakat kekinian mulai melirik pangan berlabel organik, karena dinilai lebih sehat. Jadi apa maksud dari “100% organik” ini, ya? Yuk cari tahu jawabannya dengan simak informasi berikut ini!

label organik pada produk pangan
Foto: Pixabay.com

Apa itu makanan organik?

Kata organik, mengandung pengertian bahwa pangan ditanam tanpa menggunakan sebagian besar pupuk kimia atau pestisida. Ngga hanya itu, dalam pertanian organik, sebisa mungkin menekan rotasi tanaman dan memastikan kehidupan tanah tetap terjaga. Makanan organik bisa diartikan sebagai makanan yang diproduksi dengan sesedikit mungkin atau bahkan tanpa bantuan zat kimia. Jadi, bisa diartikan makanan organik itu ngga terkontaminasi obat-obatan, contohnya seperti tanpa antibiotik atau hormon pada produk daging ayam.

Arti Label “100% Organik”

Ternyata makanan organik itu banyak jenisnya Sahabat Sehat! Menurut USDA (United States Departement of Agriculture), label “USDA-Organik” ada dua jenis, yaitu “100% Organik” dan “Organik”. Label “100% Organik” merupakan produk makanan yang sepenuhnya organik mulai dari pembibitan, proses penanaman hingga distribusi yang telah memenuhi kaidah Codex Alimentarius Commission (CAC) dan IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements). Sedangkan label “Organik” merupakan produk yang lebih dari 95% terdiri dari unsur organik. Ada pula yang menunjukkan kandungan 70% bahan organik diberi label “made with organic ingredients” dan “containing organic ingredients” untuk produk dengan kandungan unsur organik yang kurang dari 70%. Kedua jenis produk tersebut ngga menempelkan label “organik”, melainkan hanya mencantumkan bahan dan kadar organiknya pada komposisi.

apakah produk organik lebih sehat?
Foto: Pexels.com

Produk organik lebih sehat?

Alasan mengapa konsumen memilih produk organik, antara lain bahan kimia yang terkandung jauh lebih sedikit. Seperti yang telah diketahui, bahan kimia seperti pestisida memiliki residu yang bisa masuk ke dalam tubuh dan mengganggu proses metabolisme. Nah, beberapa jenis tanaman yang tumbuh dengan cara organik juga diketahui lebih kaya akan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral daripada tanaman konvensional. Menurut penelitian di Uni Eropa, produk buah dan sayuran organik memiliki kemampuan antioksidan 50% lebih tinggi. Antioksidan yang tinggi dipercaya para ahli bisa menurunkan risiko penyakit kanker dan jantung.

Memang ngga mudah memproduksi pangan yang 100% organik. Berbeda dengan pertanian zaman dulu, yang masih alami tanpa bahan kimia. Jadi, pertanian secara organik memerlukan treatment khusus bila dilakukan sekarang ini. Seiring berjalannya waktu, tanah yang digunakan untuk pertanian organik pun memiliki standar khusus, supaya bisa dikatakan organik. Sebagai contoh, tanahnya harus bebas dari unsur kimia dalam kurun waktu 10 tahun, memiliki jarak tertentu dari lahan pertanian lain yang menggunakan pestisida, jarak minimum dari jalan raya dan sebagainya. Jadi, itu lah yang membuat pangan organik agak lebih mahal harganya.

Kalau Sahabat Sehat ingin mencoba produk organik tapi belum bisa beralih sepenuhnya, kamu bisa memulainya dari beberapa jenis pangan terlebih dahulu. Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Keep healthy and happy!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Khorniawati M. 2014. Produk pertanian organik di Indonesia: tinjauan atas preferensi konsumen Indonesia terhadap produk pertanian organik local. Jurnal Studi Manajemen. http://journal.trunojoyo.ac.id/kompetensi/article/view/657/578&ved=2ahUKEwjw1Le_ttPyAhXEbn0KHd_lAN8QFnoECBMQAQ&usg=AOvVaw142YSGcoM1x_GOnTz1ps0p

Organik Center. 2019. Label Makanan Organik. https://organiccenter.id/label-makanan-organik/. Diakses pada 27 Agustus 2021

Parlyna R, Munawaroh. 2011. Konsumsi pangan organic: meningkatkan kesehatan konsumsen? Econo Sains. http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/econosains/article/view/625/540&ved=2ahUKEwiy4c3nttPyAhVlH7cAHQxVDVUQFnoECAQQAQ&usg=AOvVaw1cUZjVgXB1Gqe-PQwGCYbi

Martony O. 2019. Dampak komsumsi makanan organic dalam meningkatkan gizi masyarakat: sebuah tinjauan. E-jurnal Binawakya. https://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/view/646&ved=2ahUKEwiQnKztqdDyAhVRyDgGHUlmDJwQFnoECCwQAQ&usg=AOvVaw2NzF4Ll0JEH7VSD3HSkJu1

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.